Namun, skeptisisme tetap wajar. Berapa banyak program pemerintah yang dimulai dengan gembar-gembor tapi berakhir sepi? Gerai yang terbangun tapi tidak operasional. Atau operasional tapi tidak dikelola dengan baik.
Di sinilah pentingnya lokasi strategis yang ditekankan Erwin Burase. Gerai yang dibangun di tempat terpencil atau sulit diakses hanya akan menjadi monumen mati. Tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Maka, pendataan aset yang matang menjadi fondasi awal yang krusial.
Kabupaten Parigi Moutong sebenarnya punya peluang besar. Dengan 283 gerai yang akan tersebar di berbagai desa dan kelurahan, jangkauan ekonomi kerakyatan bisa meluas. Koperasi bisa menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi dari bawah. Asalkan eksekusinya tidak setengah hati.
Tantangan di Balik Target Ambisius
Membangun 170 gerai dalam tahap pertama bukan perkara mudah. Apalagi dengan standar lokasi strategis dan ukuran bangunan yang sudah ditetapkan. Butuh koordinasi ketat antara berbagai pihak. Mulai dari identifikasi lahan, proses perizinan, hingga eksekusi pembangunan fisik.
Erwin Burase tampaknya sadar akan kompleksitas ini. Makanya dia meminta rapat koordinasi segera dilakukan. Tidak menunggu waktu yang "tepat". Karena waktu adalah musuh terbesar dari target ambisius seperti ini.
Para camat dan OPD terkait kini punya pekerjaan rumah besar. Mereka harus turun ke desa-desa, mengidentifikasi aset yang tersedia, dan memastikan aset tersebut layak untuk dibangun gerai. Proses yang menyita energi. Tapi harus dilakukan dengan cepat dan akurat.
Sementara itu, pembentukan Satgas di berbagai tingkatan diharapkan bisa memangkas waktu koordinasi. Struktur komando yang jelas akan mempercepat pengambilan keputusan di lapangan. Tidak perlu menunggu instruksi berlapis-lapis dari atas.
Yang jelas, mata semua pihak kini tertuju pada eksekusi di lapangan. Apakah 170 gerai tahap pertama benar-benar bisa terbangun sesuai target? Ataukah akan ada revisi target karena berbagai kendala teknis? Waktu yang akan menjawab.
Tapi satu hal pasti: instruksi pendataan aset yang dikeluarkan Bupati Erwin Burase adalah langkah awal yang tepat. Tanpa data yang valid, semua rencana besar hanya akan jadi angka di atas kertas. Dan masyarakat desa yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama akan kembali menunggu dengan harapan yang semakin tipis.
Gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih bisa menjadi simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan. Atau sebaliknya, menjadi bukti lain bahwa program ambisius pemerintah sering kali kandas di tengah jalan. Pilihan ada di tangan para eksekutor di lapangan. Bupati sudah memberikan instruksi. Sekarang saatnya aksi berbicara lebih keras dari janji.
Baca Juga: Teknologi Pertanian Modern Jadi Solusi Hadapi Iklim Ekstrem dan Persaingan Pasar di Parigi Moutong