• Kamis, 4 Juni 2026

Bupati Parimo Instruksikan Pendataan Aset Pemda-Desa untuk 170 Gerai Koperasi Merah Putih Tahap Pertama

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Selasa, 25 November 2025 | 14:39 WIB
Bupati Parimo instruksikan pendataan aset Pemda hingga desa untuk percepatan pembangunan 170 gerai koperasi merah putih tahap pertama.
Bupati Parimo instruksikan pendataan aset Pemda hingga desa untuk percepatan pembangunan 170 gerai koperasi merah putih tahap pertama.

Sulawesitoday - Instruksi tegas meluncur. Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, memerintahkan seluruh camat dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera mendata aset pemerintah. Bukan sekadar instruksi biasa. Ini tentang percepatan pembangunan Gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang menjadi bagian dari agenda besar pemerintah pusat.

Perintah itu lahir sebagai respons langsung atas Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025. Regulasi yang mengamanatkan percepatan pembangunan gerai KDKMP di seluruh Indonesia. Target ambisius. Waktu mendesak. Dan Parigi Moutong mendapat jatah 170 unit gerai untuk tahap pertama dari total 283 unit yang akan dibangun.

"Koordinasi lintas sektor harus segera dimulai," tegas Erwin Burase saat memberikan arahan. Camat diminta menindaklanjuti hingga ke tingkat desa. Sasarannya jelas: mendata seluruh lahan aset Pemda, aset desa, bahkan aset provinsi yang berpotensi dimanfaatkan untuk pembangunan gerai.

Mengapa Pendataan Aset Jadi Prioritas Utama?

Pertanyaan mendasar ini punya jawaban praktis. Tanpa data aset yang akurat, pembangunan 170 gerai mustahil direalisasikan tepat waktu. Erwin Burase paham betul tantangan ini. Makanya, dia tidak main-main dengan instruksi pendataan.

Setiap gerai dirancang dengan ukuran standar 32 meter kali 11 meter. Luas yang cukup untuk operasional koperasi modern. Namun, syarat utamanya tetap satu: lokasi strategis. Akses mudah bagi masyarakat menjadi kunci keberhasilan gerai nantinya.

Untuk tahap kedua, masih ada 113 unit gerai menunggu realisasi. Total keseluruhan 283 gerai yang akan menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan di Parigi Moutong. Angka yang bukan main-main. Komitmen yang butuh eksekusi cepat dan terukur.

Satgas Jadi Kunci Percepatan di Lapangan?

Pembentukan satuan tugas (Satgas) muncul sebagai solusi. Tidak hanya di tingkat kabupaten. Tapi juga kecamatan dan desa. Struktur berlapis ini diharapkan bisa mengakselerasi pembangunan di lapangan tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.

Erwin Burase meminta masukan dari para camat terkait kendala dan strategi percepatan di masing-masing wilayah. Pendekatan bottom-up ini cukup cerdas. Camat yang berhadapan langsung dengan realitas lapangan pasti punya insight berharga. Masukan mereka akan menjadi bahan rapat lanjutan untuk menyempurnakan strategi.

"Tim Satgas harus segera dibentuk," kata Bupati dengan nada tidak bisa ditawar. Urgency-nya terasa. Karena pembangunan gerai KDKMP bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Ini soal pemberdayaan ekonomi lokal lewat koperasi yang selama ini sering dipandang sebelah mata.

Sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, dan desa menjadi faktor penentu keberhasilan. Tanpa koordinasi solid, proyek sebesar ini bisa mandeg di tengah jalan. Atau lebih buruk lagi: terbangun di lokasi yang salah dan tidak strategis.

Gerai Koperasi Merah Putih: Simbol Ekonomi Kerakyatan atau Sekadar Jargon?

Pertanyaan kritis ini layak diajukan. Gerai KDKMP digadang-gadang sebagai solusi penguatan ekonomi lokal. Melalui koperasi, masyarakat desa diharapkan bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Sekaligus menjadi wadah pemasaran produk lokal.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini