pemerintah

Bibit Pertanian Jadi Senjata Baru Pemda Parigi Moutong Lawan Stunting

Selasa, 25 November 2025 | 16:31 WIB
Pemda Parigi Moutong bagikan bibit pertanian untuk lawan stunting. Program inovatif sasar ibu hamil dan anak lewat ketahanan pangan.

Bantuan yang diserahkan mencakup berbagai jenis bibit. Ada bibit tomat untuk vitamin C. Cabai untuk capsaicin dan antioksidan. Sayuran hijau untuk zat besi dan folat. Semua dipilih berdasarkan nilai gizi tinggi. Alat pertanian seperti cangkul mini, sekop, dan penyemprot juga disertakan. Paket lengkap untuk memulai berkebun.

Lebih dari Sekadar Bantuan: Ini Strategi Ketahanan Pangan

Program ini punya misi berlapis. Lapis pertama: percepatan penurunan stunting melalui penyediaan sumber pangan. Lapis kedua: peningkatan ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga. Lapis ketiga: mendorong masyarakat melakukan budidaya tanaman lokal bernilai gizi. Lapis keempat: menumbuhkan kemandirian pangan daerah.

Kemandirian pangan daerah jadi kata kunci. Selama ini, Parigi Moutong masih bergantung pada pasokan sayuran dari luar. Harga naik-turun mengikuti musim dan pasokan. Kondisi ini membuat akses pangan bergizi tidak stabil. Dengan gerakan berkebun pekarangan, ketergantungan ini bisa dikurangi. Setiap keluarga jadi produsen pangan sendiri.

Abdul Sahid menegaskan empat tujuan utama program. Pertama, mendukung percepatan penurunan stunting melalui penyediaan sumber pangan bergizi. Kedua, meningkatkan ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga. Ketiga, mendorong masyarakat melakukan budidaya tanaman, sayuran, dan komoditas lokal bernilai gizi tinggi. Keempat, menumbuhkan kemandirian pangan daerah yang berkelanjutan.

Harapan Besar di Balik Bibit-Bibit Kecil

Di Desa Toraranga, antusiasme warga terlihat jelas. Mereka berbaris rapi menunggu giliran. Masing-masing menerima paket bibit dan alat pertanian. Ada senyum lega di wajah para ibu. Mereka sudah membayangkan sayuran segar di halaman rumah. Tidak perlu lagi jalan jauh ke pasar. Tidak perlu lagi keluarkan uang tiap hari untuk beli sayur.

Seorang ibu penerima bantuan, Siti (38), mengaku senang. "Ini sangat membantu," katanya. Ia punya dua anak balita. Kebutuhan sayur setiap hari cukup besar. Dengan bibit ini, ia berencana menanam di belakang rumah. "Lumayan bisa hemat," tambah Siti sambil tersenyum.

Program ini memang terkesan sederhana. Hanya bibit dan alat pertanian. Namun dampaknya bisa besar. Jika dijalankan konsisten, setiap keluarga bisa panen sayur sendiri. Gizi ibu hamil terpenuhi. Anak-anak dapat asupan nutrisi memadai. Angka stunting perlahan turun. Generasi mendatang tumbuh sehat dan berkualitas.

Baca Juga: Teknologi Pertanian Modern Jadi Solusi Hadapi Iklim Ekstrem dan Persaingan Pasar di Parigi Moutong

Halaman:

Tags

Terkini