Berita sulawesitoday - Sulawesi Tengah makin serius memperkuat sektor ekonomi kreatif. Lewat workshop bertema “Inovasi dan Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk Pembangunan Ekonomi Kreatif di Daerah Berbasis Merek dan Indikasi Geografis,” Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) berkolaborasi dengan UMKM setempat. Acara ini berlangsung di Hotel Best Western Palu, dan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Tengah, Hermansyah Siregar.
Hermansyah dalam sambutannya menggarisbawahi peran penting inovasi dan perlindungan kekayaan intelektual untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional.
"Dengan perlindungan yang tepat, produk-produk lokal dapat memiliki daya saing lebih tinggi di pasar nasional maupun internasional," ujarnya. Ia juga menekankan bahwa merek dan indikasi geografis adalah kunci untuk membangun reputasi produk asli daerah.
Indikasi Geografis: Potensi Lokal Jadi Senjata Kompetitif
Indikasi geografis (IG) bukan sekadar label, tetapi perlindungan hukum yang memastikan kualitas dan keunikan produk hanya bisa dihasilkan di daerah tertentu.
Hermansyah menjelaskan, “Indikasi Geografis bukan cuma soal sertifikasi, tapi juga strategi bisnis yang dapat meningkatkan reputasi dan nilai jual produk.” Sebagai contoh, produk seperti kopi lokal atau kerajinan tangan khas Sulawesi Tengah bisa memanfaatkan IG agar lebih mudah diakui di pasar luar dan tidak ditiru oleh daerah lain.
Kolaborasi untuk Daya Saing dan Inovasi
Workshop ini tak hanya berbicara teori. Kemenkumham juga memberi apresiasi bagi tiga UMKM terbaik yang telah berhasil meningkatkan produk mereka lewat pemanfaatan kekayaan intelektual. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemicu semangat bagi pelaku usaha lain untuk terus berinovasi. Selain itu, acara ini mendorong terciptanya kolaborasi erat antara pemerintah dan sektor swasta.
Baca Juga: Dukungan Penuh! Kanwil Kemenkumham Sulteng Dukung Inovasi Peta Sunan LPKA Palu
Zuliansyah, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang agar semakin banyak UMKM memahami pentingnya perlindungan merek. Dengan begitu, produk lokal Sulawesi Tengah punya kesempatan lebih besar untuk bersaing di kancah nasional, bahkan internasional. “Ini momentum untuk bangkit,” ungkapnya, penuh harap.
Arah Baru: Sulawesi Tengah Sebagai Provinsi Percontohan
Selain apresiasi, workshop ini juga menjadi langkah awal menjadikan Sulawesi Tengah sebagai provinsi percontohan dalam pengembangan merek dan indikasi geografis. Pemerintah daerah berharap lebih banyak produk lokal yang mendapat sertifikasi IG, sehingga bisa membuka peluang ekonomi baru dan mensejahterakan masyarakat.
Dengan begitu, workshop seperti ini tidak hanya sebatas forum diskusi, tetapi juga alat nyata dalam membangun ekonomi kreatif berbasis inovasi. Harapannya, semakin banyak pelaku UMKM Sulawesi Tengah yang sadar akan pentingnya kekayaan intelektual. Seiring waktu, produk-produk lokal akan lebih mudah dikenal dan dihargai di tingkat nasional maupun internasional.