pemerintah

Perempuan Indonesia, Pilar Pembangunan: Refleksi dari Kanwil Kemenkumham Sulteng di Peringatan Hari Ibu Ke-96

Minggu, 22 Desember 2024 | 08:44 WIB
Peringatan Hari Ibu ke-96 jadi pengingat pentingnya kesetaraan gender. Kanwil Kemenkumham Sulteng serukan aksi nyata untuk pemberdayaan perempuan.

Sulawesitoday - Perayaan Hari Ibu ke-96 menjadi momen refleksi penting bagi bangsa ini. Di Sulawesi Tengah, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham Sulteng) menegaskan komitmen untuk memperjuangkan pemberdayaan perempuan. Dalam upacara yang khidmat, pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya kesetaraan gender untuk kemajuan Indonesia.

"Pemerintah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait harus berkomitmen menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung," ujar Hermansyah Siregar, Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng. Pernyataan ini mencerminkan kebutuhan mendesak untuk membuka ruang bagi perempuan agar mereka dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan.

Momentum Peringatan Hari Ibu juga menjadi pengingat kuatnya perjuangan perempuan Indonesia. Fitriana Anas, Kepala Subbidang Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Hukum dan HAM, menekankan bahwa partisipasi perempuan adalah fondasi penting pembangunan bangsa.

“Bangsa ini dibangun atas perjuangan perempuan yang penuh semangat untuk generasi penerus," tegasnya.

Sejarah perjuangan perempuan di Indonesia sendiri telah menjadi tonggak penting. Kongres Perempuan Indonesia Pertama pada 1928 di Yogyakarta menjadi awal dari perjuangan kolektif menuju kesetaraan.

Baca Juga: Ketatnya Seleksi CPNS di Kemenkumham Sulteng, Teknologi dan Transparansi Jadi Andalan

“Keyakinan akan pemenuhan hak dan kesetaraan gender memungkinkan perempuan untuk berjalan bersama laki-laki dalam membangun bangsa,” tambah Fitriana.

Dalam acara tersebut, hadir pula Raymond J.H. Takasenseran, Pelaksana Harian Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng, bersama jajaran pejabat administrator dan staf. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan kuat terhadap prinsip “equal partnership” atau kemitraan sejajar, yang menjadi inti dari peringatan ini.

Namun, perjuangan ini tidak berhenti di upacara. Hermansyah menyoroti bahwa keberhasilan hanya bisa dicapai melalui aksi nyata. Masyarakat harus memastikan perempuan memiliki akses pendidikan, peluang kerja, dan perlindungan hukum yang setara.

Peringatan Hari Ibu bukan sekadar ritual tahunan. Ini adalah pengingat bahwa peran perempuan sangat krusial. Masyarakat diundang untuk merenungkan, apakah kita sudah benar-benar menciptakan lingkungan yang mendukung perempuan berkembang? Atau masih ada langkah-langkah yang harus diperbaiki?

Ayo, jadikan momentum ini sebagai pemicu untuk tindakan nyata. Berikan kesempatan dan ruang bagi perempuan untuk terus berkarya, karena kemajuan bangsa bergantung pada kolaborasi semua pihak.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.com: https://news.google.com/publica.../CAAqBwgKMN3Bswsw6tzKAw...

Tags

Terkini