Sulawesitoday - Kegagalan memang seringkali jadi guru terbaik. Itu pula yang kini tengah dirasakan Persib Bandung setelah perjalanan mereka di AFC Champions League Two (ACL 2) 2024 harus terhenti.
Kekalahan 3-4 dari Zhejiang FC di hadapan publik Stadion Si Jalak Harupat menjadi pelajaran berharga untuk skuad Maung Bandung.
Tapi, seperti kata David da Silva, striker andalan Persib: "Kami sudah melakukan yang terbaik. Ini pertama kalinya kami bermain di kompetisi ini, dan kami sudah melakukannya dengan baik."
Namun, bagi Persib, kompetisi baru saja dimulai. Fokus mereka kini dialihkan ke BRI Liga 1 2024/2025. Dengan ambisi besar untuk meraih gelar juara back-to-back, Persib harus segera bangkit.
David sendiri menegaskan pentingnya persiapan matang menghadapi laga tandang kontra PSS Sleman pekan depan: "Kami harus siap kembali, meraih poin demi poin di setiap pertandingan. Akhirnya, kita akan lihat bagaimana hasilnya."
Baca Juga: Drama di Gelora Bung Tomo: Penalti Menit Akhir Bawa Persebaya Tundukkan Arema 3-2
Mentalitas Juara di Tengah Kompetisi Ketat
Saat ini, Persib berada di peringkat ketiga klasemen sementara Liga 1 dengan 23 poin dari 11 laga, tanpa kekalahan. Namun, kompetisi semakin ketat. Posisi puncak klasemen masih dipegang Persebaya Surabaya dengan 27 poin, diikuti Persija di peringkat kedua. Statistik menunjukkan bahwa pertahanan Persib cukup solid dengan hanya kemasukan 8 gol, namun selisih gol mereka (11) masih di bawah beberapa pesaing utama.
Gelandang serang Persib, Tyronne del Pino Ramos, juga optimistis timnya mampu kembali ke jalur kemenangan. Menurutnya, kekalahan di ACL tidak akan memengaruhi mental tim. "Saya rasa tim ini akan kembali bersama seperti keluarga, mencari poin di Liga 1," ujarnya penuh keyakinan.
Fokus, Disiplin, dan Konsistensi Jadi Kunci
Persib tidak punya banyak waktu untuk beristirahat. Jadwal yang padat menuntut kedisiplinan tinggi dari para pemain. Laga melawan PSS Sleman akan jadi ujian berikutnya. Menghadapi tim yang kini berada di posisi ke-15 dengan hanya 8 poin dari 12 laga, Persib tentu lebih diunggulkan. Tetapi, underdog selalu punya kejutan.
Kegagalan di ACL harus menjadi bahan bakar, bukan hambatan. Jika Persib mampu menjaga fokus dan konsistensi, peluang mereka untuk meraih gelar juara tetap terbuka lebar. David da Silva pun menegaskan, "Kami harus terus berjuang dan melakukan yang terbaik."
Artikel Terkait
Timnas Indonesia dan Australia Dituding Main Mata, India Gagal ke Piala Asia U-17
Piala AFF 2024: Tanpa Hubner dan Jenner, Timnas Indonesia Andalkan Generasi Baru
Rizky Ridho: Pilar Kokoh Timnas Indonesia yang Dilirik Klub J.League dan Eropa
Kisah Aditya dan Alwi Dari Akademi Persija ke Panggung Liga 1, Tradisi Berlanjut
Drama di Gelora Bung Tomo: Penalti Menit Akhir Bawa Persebaya Tundukkan Arema 3-2