Sulawesitoday - Kamu pasti tahu, pertandingan ini dari awal sudah terasa seperti bom waktu. Crystal Palace, yang sedang dalam momentum positif, menjamu Manchester City di Selhurst Park, dan hasilnya? Sebuah pertandingan penuh emosi dan kejutan.
Skor akhir 2-2 mungkin terdengar biasa, tapi di balik itu ada cerita yang lebih dalam—terutama soal Rico Lewis.
Babak Pertama: Gol Cepat dan Balasan City
Empat menit pertama sudah membuat fans Palace bersorak. Daniel Munoz mencetak gol cepat, memanfaatkan umpan apik dari Will Hughes. City sempat terdiam, tapi seperti biasa, Erling Haaland jadi penyelamat. Sundulannya di menit ke-31, hasil kerja keras Matheus Nunes di sisi sayap, mengembalikan asa City.
Namun, babak pertama ini sebenarnya lebih dari sekadar gol. City terlihat dominan, tapi Palace berhasil memanfaatkan celah dengan serangan balik yang mematikan. Taktik Roy Hodgson jelas terlihat—main rapat, lalu serang balik cepat.
Baca Juga: Sosok Penerus Rodri di Manchester City, Bruno Guimarães Siap Didatangkan Pep Guardiola
Babak Kedua: Kartu Merah yang Mengubah Segalanya
Di menit ke-56, Maxence Lacroix kembali membawa Palace unggul lewat tandukan keras dari sepak pojok. City lagi-lagi harus mengejar, dan ironisnya Rico Lewis menjadi pahlawan sementara. Golnya di menit ke-68 sempat menghidupkan peluang City untuk menang.
Tapi, semuanya berubah di menit ke-82. Lewis, yang baru saja mencetak gol, melakukan pelanggaran keras pada Nathaniel Chalobah. Wasit Robert Jones tanpa ragu mengeluarkan kartu kuning kedua, yang otomatis mengusir Lewis dari lapangan. Ini adalah momen di mana pertandingan berubah menjadi lebih menegangkan.
Analisis: Apa yang Salah?
Kartu merah Rico Lewis adalah tanda bahwa City masih memiliki masalah disiplin di laga besar. Ini bukan hanya soal pelanggaran, tapi juga soal keputusan wasit yang memicu perdebatan. Tayangan ulang menunjukkan kaki Lewis sempat terinjak oleh Chalobah, tapi wasit punya pandangan lain.
Rekor buruk Lewis melawan Palace makin panjang. Lima pertandingan tanpa kemenangan, dengan catatan M0 S2 K3. Untuk pemain muda sepertinya, ini jadi tekanan besar.
Crystal Palace naik ke peringkat 16, sementara City masih berjuang mempertahankan konsistensi. Kalau mereka mau bersaing untuk gelar, pertandingan seperti ini harusnya dimenangkan. Kartu merah, gol terlambat, dan ketidakstabilan membuat City terlihat rapuh, meski memiliki skuad penuh bintang.
Artikel Terkait
Arne Slot dan Dilema Taktis, Mampukah Liverpool Bangkit di Derbi Merseyside?
Mourinho Serang Guardiola, Sindiran Tajam soal Gelar dan Kontroversi Hukum
Momentum Positif Jadi Kunci! Siapa yang Akan Unggul di Selhurst Park, Crystal Palace atau Manchester City?
Badai Darragh Hentikan Everton vs Liverpool Liga Inggris 7 Desember 2024, Tiket Tetap Berlaku untuk Jadwal Baru
Sosok Penerus Rodri di Manchester City, Bruno Guimarães Siap Didatangkan Pep Guardiola