Sulawesitoday - Arsenal lagi-lagi menjadi pusat perhatian setelah ditahan imbang 1-1 oleh Fulham, sebuah hasil yang menyakitkan di Emirates Stadium. William Saliba menyelamatkan tim lewat gol dari skema sepak pojok, menegaskan peran penting set piece dalam strategi tim Mikel Arteta musim ini. Namun, kritik tajam datang dari legenda sepak bola Dimitar Berbatov, yang menyebut Arsenal sebagai "Stoke City yang baru." Pernyataan ini jelas menyindir ketergantungan mereka pada bola mati, mirip dengan gaya permainan pragmatis yang dulu menjadi ciri khas Tony Pulis bersama Stoke City.
Tentu, statistik membuktikan efektivitas taktik ini. Arsenal telah mencetak 20 gol dari bola mati di Premier League sepanjang tahun 2024, menyamai rekor 15 tahun silam. Pelatih set piece mereka, Nicolas Jover, layak mendapat apresiasi atas konsistensi tersebut. Tapi, ada pertanyaan besar yang muncul: apakah ini cukup untuk membawa mereka ke puncak klasemen?
Dampak Hasil Imbang
Hasil imbang melawan Fulham membuat Arsenal kini tertinggal enam poin dari Liverpool. Sebuah margin yang sulit dikejar, terutama dengan hanya tiga pertandingan tersisa sebelum pergantian tahun. Dominasi Arsenal di laga tersebut tidak berbuah manis. Bahkan, gol dramatis Bukayo Saka pada menit-menit akhir dianulir VAR karena offside.
“Kami mendominasi, kami menciptakan peluang, tapi hasilnya mengecewakan,” keluh Mikel Arteta dalam konferensi pers pasca-pertandingan. Dia menegaskan, konsistensi adalah kunci jika mereka ingin terus bersaing dalam perburuan gelar.
Namun, performa Arsenal sebelum laga ini sebenarnya sangat menjanjikan. Tiga kemenangan beruntun dengan mencetak total 13 gol menunjukkan potensi besar mereka, terutama ketika Martin Ødegaard kembali dari cedera. Pemain asal Norwegia ini memainkan peran krusial sebagai kreator serangan, sementara Bukayo Saka tetap menjadi andalan lini depan.
Tantangan Arsenal ke Depan
Tiga laga tersisa tahun ini menjadi momen krusial bagi Arsenal. Mereka tak hanya harus memaksimalkan peluang dari situasi terbuka, tetapi juga perlu membuktikan bahwa mereka lebih dari sekadar "tim set piece." Karena jika tidak, kritik seperti yang dilontarkan Berbatov bisa menjadi kenyataan pahit.
Ayo, Arsenal, waktu untuk melangkah lebih berani!
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday.com! Dapatkan update terbaru seputar Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Tinggal klik di sini dan langsung JOIN!
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.com.
Artikel Terkait
Prediksi Dinamo Zagreb vs Celtic Liga Champions 2024, Duel Penentuan di Tengah Ketidakpastian
Pertemuan Perdana Girona vs Liverpool Liga Champions 2024, Mampukah Tim Debutan Membendung Sang Raksasa?
Kylian Mbappe dan Lionel Messi, Ikatan Tak Terduga Setelah Drama Piala Dunia
Dasar Tengil, Cole Palmer Pamer Trofi di Markas Spurs Setelah Kemenangan Epik
Barcelona All-In untuk Jonathan Tah, Bayern Munchen Tertinggal di Belakang