Sulawesitoday - Setelah tujuh kekalahan dalam sepuluh pertandingan, ada perasaan bahwa Manchester City bukan lagi tim yang tak tersentuh seperti dulu. Ilkay Gundogan, mantan kapten yang pernah menjadi inti taktik Pep Guardiola, mengungkapkan sesuatu yang membuat banyak pendukung City khawatir: masalahnya bukan hanya pada hasil, tetapi pada pola pikir tim.
"Kami tahu apa yang salah," kata Gundogan dengan nada tegas. Meski begitu, mengetahui masalah dan menyelesaikannya adalah dua hal yang berbeda. Kekalahan 2-0 dari Juventus, misalnya, memperlihatkan betapa rapuhnya pertahanan City saat ini. Statistik juga tak memihak: mereka menerima peluang terbesar di Liga Premier, sesuatu yang hampir tak pernah terdengar di masa kejayaan mereka.
Ketika Rodri absen, City kehilangan penyeimbang di lini tengah. Mateo Kovacic, yang diharapkan mengisi kekosongan itu, tampaknya belum mampu. Dan sayangnya, Gundogan sendiri, di usia 34 tahun, tak lagi memiliki energi untuk menutup lubang tersebut.
Taktik Guardiola juga menjadi sorotan. Sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia, keputusannya untuk mempertahankan pemain yang sama selama 79 menit melawan Juventus mengundang pertanyaan. "Kami kehilangan bola dalam transisi setiap saat," ujar Gundogan. Hasilnya? Serangan balik mematikan dari lawan dan gol kedua Juve yang memanfaatkan lini tengah City yang compang-camping.
Pola serupa terlihat saat menghadapi Tottenham dan Liverpool. Penyerang lawan terlihat begitu mudah menemukan celah di lini pertahanan. Kyle Walker, yang pernah menjadi salah satu bek tercepat di Premier League, sekarang tampak sering kalah duel. Bahkan, pemain muda seperti Rico Lewis dipaksa bermain lebih sering, meski jelas masih membutuhkan waktu untuk berkembang.
Di lini depan, masalah lainnya muncul. Ketergantungan pada Erling Haaland menjadi sangat mencolok. "Ketika Haaland tidak mencetak gol, terkadang kami juga tidak," kata Gundogan. Fakta bahwa hanya ada tiga gol dari seluruh gelandang City musim ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan produktivitas mereka telah menurun drastis.
Namun, masalah ini tidak hanya soal pemain. Aura tak terkalahkan City tampaknya mulai pudar. Ruben Dias bahkan mengakui bahwa tim-tim lawan kini merasa lebih percaya diri melawan mereka. Setiap kekalahan menambah keyakinan itu, menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus.
Dengan jadwal berat di depan, termasuk derby melawan Manchester United, Guardiola harus menemukan solusi segera. Namun, dengan usia pemain yang semakin menua dan skuad yang terlihat semakin lelah, waktu bukanlah sekutu mereka. Bahkan jika cedera pemain utama seperti Rodri atau Kevin De Bruyne sembuh, pertanyaan besar tetap ada: bisakah mereka kembali menjadi tim yang mendominasi setiap pertandingan?
City sekarang berada di persimpangan jalan. Seperti yang dikatakan Gundogan, "Kami tahu alasannya." Tapi apakah Guardiola tahu jawabannya? Itu adalah pertanyaan yang hanya waktu yang bisa menjawab.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday.com! Dapatkan update terbaru seputar Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Tinggal klik di sini dan langsung JOIN!
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.com
Artikel Terkait
Prediksi Lineup Arsenal vs Everton Liga Inggris Pekan ke 16 2024-2025
Prediksi Lineup Liverpool vs Fulham Liga Inggris Pekan ke 16 2024-2025
Prediksi Lineup Manchester City vs Manchester United Liga Inggris Pekan ke 16 2024-2025
Prediksi Lineup Chelsea vs Brentford Liga Inggris Pekan ke 16 2024-2025
Liverpool vs Fulham: Mampukah The Reds Pertahankan Posisi Puncak?