ragam

Keajaiban Sungai Ruki dengan Air Paling Hitam di Dunia

Sabtu, 28 Oktober 2023 | 17:20 WIB
Keajaiban Sungai Ruki dengan Air Paling Hitam di Dunia Sungai adalah jalur aliran air yang memikat, tetapi di antara berbagai sungai di dunia, ada satu yang memikat dengan warna airnya yang sangat hitam. Inilah Sungai Ruki, yang disebut sebagai sungai berair paling hitam di dunia oleh para peneliti.

Keajaiban Sungai Ruki dengan Air Paling Hitam di Dunia

Sungai adalah jalur aliran air yang memikat, tetapi di antara berbagai sungai di dunia, ada satu yang memikat dengan warna airnya yang sangat hitam. Inilah Sungai Ruki, yang disebut sebagai sungai berair paling hitam di dunia oleh para peneliti.

Bahkan, warna airnya sedemikian gelapnya hingga bayangan wajah kita pun tak bisa terlihat dalam pantulan air sungai.

Dibandingkan dengan sungai-sungai tropis besar lainnya, Sungai Ruki keluar sebagai juaranya. Bahkan Sungai Rio Negro yang terkenal di Amazon pun kalah dalam urusan warna gelap air sungai ini. Kata Travis Drake, seorang peneliti dari ETH Zurich, "Kami terpesona dengan warna sungainya."

Apa yang membuat Sungai Ruki memiliki air yang sangat hitam? Menurut sumber yang dikutip dari Phys Kamis 19 Oktober 2023, air sungai ini hitam karena mengandung sejumlah besar bahan organik terlarut dan hampir tidak ada sedimen akibat kemiringan sungai yang rendah.

Bahan organik kaya karbon ini sebagian besar terbawa oleh hujan, yang jatuh ke vegetasi hutan yang mati dan melepaskan senyawa organik dari bahan tanaman yang membusuk. Sungai ini juga sering membanjiri hutan di musim hujan, dan air yang setinggi pinggang tersebut memerlukan berminggu-minggu untuk surut, selama proses ini, air akan melarutkan zat-zat organik yang membuatnya begitu hitam.

Namun, keunikan Sungai Ruki tidak hanya terbatas pada warna airnya. Sungai ini memiliki lebar sekitar satu kilometer dan bermuara di Sungai Kongo. Daerah aliran sungainya masih terjaga dalam keadaan hutan hujan dataran rendah primer yang belum tersentuh.

Di sepanjang Sungai Ruki, terdapat rawa gambut besar yang mengandung sejumlah besar tumbuhan mati yang belum terurai, menjadikannya sebagai penyerap karbon yang signifikan.

Peneliti memutuskan untuk meneliti sungai ini karena jejak karbon dalam air dapat memberikan informasi penting tentang asal-usul suatu wilayah. Meskipun ketinggian air musiman sungai telah didokumentasikan sejak tahun 1930, hingga kini belum ada data yang lengkap mengenai komposisi kimia dari Sungai Ruki.

Sungai Ruki adalah bukti bahwa alam masih menyimpan misteri yang menakjubkan dan layak untuk dipelajari lebih lanjut. Dalam warna hitamnya terdapat cerita tentang kekayaan alam yang perlu diungkap.

 

Terkini

Perahu Penjaga Dapur di Laut Lebo

Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:05 WIB

44 Negara Tanpa Laut, Bagaimana Mereka Bertahan?

Selasa, 28 Januari 2025 | 20:35 WIB