• Selasa, 21 Juli 2026

Kenapa Kalau Imlek Selalu Hujan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Rabu, 29 Januari 2025 | 11:30 WIB
Hujan selalu setia menemani Imlek. Kebetulan atau ada alasan ilmiahnya? Ternyata, ini bukan sekadar mitos! Simak penjelasan lengkapnya di sini.
Hujan selalu setia menemani Imlek. Kebetulan atau ada alasan ilmiahnya? Ternyata, ini bukan sekadar mitos! Simak penjelasan lengkapnya di sini.

Sulawesitoday - Hujan dan Imlek. Seperti pasangan yang selalu hadir bersama. Setiap kali Tahun Baru Imlek tiba, rintik air dari langit hampir tak pernah absen. Kebetulan? Tidak juga. Ini kombinasi antara sains dan tradisi.

Kenapa Hujan Sering Turun saat Imlek? Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ada alasan ilmiah di balik fenomena ini. Imlek jatuh antara 21 Januari hingga 20 Februari, yang bertepatan dengan puncak musim hujan di Indonesia. Beberapa faktor yang memperkuat kemungkinan hujan saat Imlek antara lain:

  • Gelombang Kelvin: Aktivitas atmosfer yang mempercepat pembentukan awan hujan di sekitar ekuator.

  • Madden Julian Oscillation (MJO): Fenomena atmosfer yang sedang aktif di Samudera Hindia, memicu curah hujan lebih tinggi.

  • Pola Konvergensi: Angin melambat di wilayah Jawa bagian barat, menyebabkan pertumbuhan awan hujan yang semakin tebal.

Jadi, jangan heran kalau langit mendung dan gerimis turun saat perayaan berlangsung. Secara ilmiah, memang waktunya.

Baca Juga: Kenapa Saat Imlek Tidak Boleh Menyapu? Bisa-Bisa Rezekimu Ikut Terbuang

Hujan = Hoki? Tapi di sisi lain, masyarakat Tionghoa justru menyambut hujan ini dengan senyuman. Dalam kepercayaan mereka, hujan saat Imlek adalah pertanda baik. Semakin deras hujan turun, semakin besar keberuntungan dan rezeki yang datang.

Air yang membasahi tanah di awal tahun dianggap simbol berkah yang akan menyuburkan kehidupan. Maka, alih-alih mengeluh karena acara makan bersama jadi terganggu, banyak yang malah berharap hujan turun lebih deras!

Saat Sains dan Keyakinan Bertemu Hujan saat Imlek adalah salah satu contoh menarik di mana sains dan budaya berjalan beriringan. Di satu sisi, ada alasan meteorologis yang membuat fenomena ini terjadi hampir setiap tahun. Di sisi lain, ada makna simbolis yang membuatnya justru dinanti-nantikan.

Jadi, kalau tahun ini Imlek kembali ditemani hujan, anggap saja sebagai pertanda baik. Siapkan payung, nikmati rintik airnya, dan semoga keberuntungan benar-benar turun deras di tahun yang baru!

Tulislah Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perahu Penjaga Dapur di Laut Lebo

Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:05 WIB

44 Negara Tanpa Laut, Bagaimana Mereka Bertahan?

Selasa, 28 Januari 2025 | 20:35 WIB