• Selasa, 21 Juli 2026

Kenapa Ibu Hamil Tidak Boleh Keluar Saat Gerhana Bulan? Ini Logika di Balik Mitosnya

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Kamis, 5 Maret 2026 | 18:31 WIB
​Ulik fakta kenapa ibu hamil tidak boleh keluar saat gerhana bulan. Benarkah bahaya bagi janin atau sekadar mitos zaman dulu? Simak penjelasan logisnya.
​Ulik fakta kenapa ibu hamil tidak boleh keluar saat gerhana bulan. Benarkah bahaya bagi janin atau sekadar mitos zaman dulu? Simak penjelasan logisnya.

Sulawesitoday - Kita sering geleng-geleng kepala. Terutama kalau mendengar urusan "katanya". Katanya begini, katanya begitu. Apalagi kalau sudah menyangkut ibu hamil dan fenomena alam bernama gerhana bulan.

Dunia ini memang sudah sangat modern. Kita sudah bicara AI, sudah bicara mobil listrik. Tapi urusan gerhana? Wah, mitosnya masih sekencang angin ribut.

Salah satu yang paling awet: kenapa ibu hamil tidak boleh keluar saat gerhana bulan.

Konon, kalau nekat keluar, ada roh jahat yang mengincar. Ada kekuatan gelap yang bisa bikin janin kenapa-kenapa. Seram. Namanya juga mitos, bumbunya harus pedas supaya orang takut.

Tapi mari kita pakai logika "Dahlan Iskan". Sederhana saja.

Dulu, saat kakek-nenek kita masih muda, listrik itu barang mewah. Kalau gerhana bulan terjadi, dunia jadi gelap gulita. Benar-benar gelap. Padahal saat itu jalanan belum semulus aspal sekarang. Masih banyak batu, lubang, dan akar pohon.

Bayangkan ibu hamil, dengan perut besar, berjalan di tengah kegelapan total. Risikonya apa? Jatuh. Tersandung. Itulah bahaya nyatanya. Maka orang tua dulu melarang keluar rumah. Tujuannya mulia: supaya ibu dan bayi selamat. Tapi karena menjelaskan logika itu panjang, dibuatlah cerita "roh jahat". Lebih praktis. Lebih cepat dipatuhi.

Pemanasan Global Bukan Mitos: Banjir, Gelombang Panas, dan Rusaknya Ekosistem, Saatnya Bertindak!

Sekarang? Lampu jalan sudah terang benderang. Senter ada di genggaman HP. Jadi, alasan tidak boleh keluar rumah itu sebenarnya sudah gugur oleh kemajuan teknologi. Keluar ya boleh saja, asal jangan lari maraton atau naik pohon.

Lalu ada lagi soal benda tajam. Katanya, jangan pegang pisau atau gunting saat gerhana. Takut bayinya cacat.

Logikanya sama. Coba Anda kupas mangga di tempat gelap gulita. Yang teriris bukan mangga, tapi jempol Anda. Ibu hamil yang terluka dan infeksi itu bahaya bagi janin. Jadi, larangan itu aslinya soal keselamatan kerja, bukan soal kualat pada bulan yang tertutup bayangan bumi.

Ada juga urusan mandi dan perhiasan logam. Semuanya bermuara pada satu hal: keamanan fisik di tengah kegelapan.

Zaman sekarang, kalau ada gerhana bulan, ya silakan dinikmati. Itu fenomena alam yang indah. Tidak perlu sembunyi di bawah kolong tempat tidur sambil memeluk sapu lidi. Yang penting, tetap hati-hati. Jangan karena asyik mendongak melihat bulan, kaki malah tersandung pot bunga.

Hewan dengan Wajah Mirip Manusia di Indonesia, Mitos atau Fakta?

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perahu Penjaga Dapur di Laut Lebo

Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:05 WIB

44 Negara Tanpa Laut, Bagaimana Mereka Bertahan?

Selasa, 28 Januari 2025 | 20:35 WIB