Sulawesitoday - Abe no Seimei—nama ini telah menorehkan sejarah dalam catatan kuno Jepang, meninggalkan jejak yang tidak terhapuskan dalam budaya dan mitologi Negeri Matahari Terbit. Dalam periode Heian, saat keajaiban dan misteri menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, Seimei muncul sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh.
Meskipun hidupnya berakhir pada tahun 1005, kisahnya masih hidup hingga kini, dihormati sebagai penyihir legendaris yang diyakini memiliki darah gaib di dalam dirinya.
Mengapa nama Abe no Seimei begitu terkenal di kalangan rakyat dan kalangan istana pada masanya? Jawabannya tidak hanya karena kecerdasannya, tetapi juga karena asal-usulnya yang mistis.
Baca Juga: Pohon Kelapa Tumbang Saat Syuting Uang Kaget, Kejadian Nyaris Berujung Petaka
Menurut legenda, Seimei adalah keturunan dari seorang wanita manusia dan kitsune, makhluk rubah gaib yang konon memiliki kemampuan magis. Dikatakan, ibunya adalah roh rubah yang berubah wujud menjadi wanita, memberikan Seimei bakat supranatural yang melebihi manusia biasa.
Bakat itu sudah terlihat sejak Seimei masih kecil. Ketika anak-anak lain bermain di bawah sinar matahari yang hangat, Seimei sudah sibuk mempelajari seni Onmyōdō, sebuah praktik kuno yang melibatkan pengendalian keseimbangan antara yin dan yang—dua kekuatan utama yang mengatur alam semesta.
Sebagai seorang jurnalis, saya selalu penasaran bagaimana perasaan seseorang yang dari kecil menyadari dirinya berbeda dari yang lain, dengan darah rubah yang mengalir di nadinya.
Kehidupan di Balik Bayang Istana Kekaisaran
Ketika Seimei tumbuh dewasa, bakatnya dalam seni mistis semakin berkembang. Dia pun mulai menarik perhatian para bangsawan, hingga akhirnya bekerja di bawah perlindungan istana kekaisaran Jepang. Menjadi onmyōji, atau praktisi Onmyōdō, Seimei bukan hanya seorang peramal biasa. Dia adalah penasihat spiritual yang dipercaya oleh para penguasa untuk menjaga keseimbangan dunia manusia dan roh.
Baca Juga: Parkir Asal-Asalan di Bali, Motor-Motor Langsung Ditidurkan Petugas
Dalam posisi ini, Seimei tidak hanya harus pandai membaca tanda-tanda alam, tetapi juga harus bijaksana dalam mengelola keharmonisan yang rapuh antara kekuatan-kekuatan tak kasat mata yang bisa memengaruhi nasib Jepang.
Seimei dikenal karena kemampuannya dalam membaca pergerakan bintang dan benda-benda langit. Ramalan astronominya sangat akurat, hingga banyak bangsawan seperti Fujiwara no Yukinari, seorang pejabat istana, mencatat kehebatan Seimei dalam buku hariannya.
Baca Juga: Percepatan Penghapusan Utang UMKM, Nyawa Kedua Bagi Pengusaha Kecil yang Terjepit Kredit Macet
Artikel Terkait
Didesak Pecat Farhat Abbas, Peradi Diingatkan Jaga Martabat Profesi Advokat
Percepatan Penghapusan Utang UMKM, Nyawa Kedua Bagi Pengusaha Kecil yang Terjepit Kredit Macet
Parkir Asal-Asalan di Bali, Motor-Motor Langsung Ditidurkan Petugas
Perdana Menteri Israel di Bawah Tuntutan, ICC Mengeluarkan Surat Perintah untuk Netanyahu atas Kejahatan Perang
Pohon Kelapa Tumbang Saat Syuting Uang Kaget, Kejadian Nyaris Berujung Petaka