Sulawesitoday - Suasana perayaan Imlek selalu identik dengan kemeriahan warna merah, aroma dupa, serta riuhnya keluarga yang berkumpul.
Namun, ada satu hal yang pantang dilakukan: menyapu rumah. Bukan tanpa alasan, larangan ini dipercaya masyarakat Tionghoa sebagai cara menjaga keberuntungan agar tidak ikut tersapu keluar.
Keberuntungan yang Tak Boleh Disapu
Bayangkan, setelah satu tahun penuh bekerja keras, keberuntungan akhirnya datang mengetuk pintu di tahun baru.
Namun, kalau kamu malah sibuk menyapu lantai, bisa-bisa rezeki yang baru datang justru ikut melayang.
Itulah mengapa, bagi masyarakat Tionghoa, sapu lebih baik ‘cuti’ sejenak pada hari pertama Imlek.
Mitos? Tidak juga. Ini adalah bagian dari filosofi lama yang mengakar dalam tradisi. Hari pertama Imlek diyakini sebagai awal masuknya rezeki dan kebahagiaan.
Menyapu atau membuang sampah di hari itu berarti simbolis mengusir keberuntungan yang baru saja datang.
Jadi, kalau melihat rumah masih agak berantakan di pagi Imlek, anggap saja itu tabungan hoki untuk setahun ke depan!
Baca Juga: Guncangan Mendadak di Kolaka Timur: Gempa Magnitudo 4,3 Buat Warga Terkejut
Sudah Bersih Sejak Awal
Namun, bukan berarti orang Tionghoa hidup dalam kekacauan.
Justru sebaliknya, tradisi membersihkan rumah dilakukan besar-besaran sebelum Imlek tiba.
Ini bukan sekadar ‘bersih-bersih biasa’, tapi ritual membuang sial tahun lalu dan bersiap menyambut energi baru.
Artikel Terkait
Guru Dipukul Wali Murid di Depan Sekolah, Terekam CCTV dan Viral
Dramatis! Pick-Up Terperosok ke Kolong Jembatan di Pasangkayu, Dievakuasi dengan Excavator
Kakanwil Ajak Pahami KUHP Baru! Kemenkumham Gelar Webinar dengan Pakar Hukum
Diam-Diam Simpan Ganja, Mahasiswa Nabire Diciduk Tanpa Perlawanan
Guncangan Mendadak di Kolaka Timur: Gempa Magnitudo 4,3 Buat Warga Terkejut