ragam

Jejak sampah luar angkasa jadi polusi logam di langit bumi

Sabtu, 28 Oktober 2023 | 17:37 WIB
Jejak sampah luar angkasa jadi polusi logam di langit bumi Sebuah penelitian terbaru telah mengungkapkan dampak negatif dari sampah luar angkasa terhadap lingkungan Bumi.

Jejak sampah luar angkasa jadi polusi logam di langit bumi

Sebuah penelitian terbaru telah mengungkapkan dampak negatif dari sampah luar angkasa terhadap lingkungan Bumi.

Sampah luar angkasa, seperti bongkahan roket dan satelit mati, yang terbakar saat memasuki atmosfer, meninggalkan jejak logam kecil di atmosfer planet ini, termasuk uap logam yang dihasilkan oleh wahana luar angkasa.

Saat ini, dampak konkret dari jejak sampah luar angkasa ini belum diketahui, namun, dengan meningkatnya laju peluncuran benda ke luar angkasa, para peneliti memperkirakan bahwa jumlah uap logam di stratosfer akan meningkat.

Studi ini dilakukan oleh sekelompok peneliti yang dipimpin oleh fisikawan Daniel Murphy dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Mereka menekankan pentingnya penyelidikan lebih lanjut terhadap uap logam di atmosfer dan perubahan yang mungkin terjadi seiring berjalannya waktu.

Saat ini, bahan tahan api dalam partikel stratosfer sebagian besar berasal dari sumber meteorik alami, seperti besi, silikon, dan magnesium. Namun, diperkirakan bahwa dalam 10 hingga 30 tahun ke depan, jumlah material dari masuknya kembali roket dan satelit tingkat atas akan meningkat dramatis.

Akibatnya, jumlah aluminium dalam partikel asam sulfat stratosfer diperkirakan akan sebanding dengan atau bahkan melebihi jumlah besi meteorik, dengan konsekuensi yang masih belum jelas.

Untuk mengatasi masalah ini, objek luar angkasa mulai dirancang menggunakan bahan-bahan yang akan terbakar di bagian atas atmosfer, sehingga tidak jatuh ke permukaan Bumi.

Upaya ini adalah langkah penting dalam mengelola sampah luar angkasa dan mengurangi polusi di atmosfer Bumi.

-
(Klik gambar)

Tags

Terkini

Perahu Penjaga Dapur di Laut Lebo

Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:05 WIB

44 Negara Tanpa Laut, Bagaimana Mereka Bertahan?

Selasa, 28 Januari 2025 | 20:35 WIB