ragam

Kapal Galiung San Jose dan rencana pengangkatan harta karun triliunan rupiah

Senin, 25 Desember 2023 | 06:01 WIB
Kapal Galiung San Jose dan rencana pengangkatan harta karun triliunan rupiah Pemerintah Kolombia telah mengumumkan rencana ambisius untuk mengangkat harta karun senilai triliunan rupiah dari kapal karam galiung San Jose yang tenggelam di Laut Karibia pada tahun 1708. Menteri Kebudayaan Kolombia, Juan David Correa, mengonfirmasi bahwa upaya pengangkatan tersebut direncanakan akan dilaksanakan antara bulan April dan Mei, dengan penentuan waktu yang bergantung pada kondisi laut.

Kapal Galiung San Jose dan rencana pengangkatan harta karun triliunan rupiah

Pemerintah Kolombia telah mengumumkan rencana ambisius untuk mengangkat harta karun senilai triliunan rupiah dari kapal karam galiung San Jose yang tenggelam di Laut Karibia pada tahun 1708. Menteri Kebudayaan Kolombia, Juan David Correa, mengonfirmasi bahwa upaya pengangkatan tersebut direncanakan akan dilaksanakan antara bulan April dan Mei, dengan penentuan waktu yang bergantung pada kondisi laut.

Meskipun Menteri Correa menegaskan bahwa pengangkatan ini akan dijalankan sebagai ekspedisi ilmiah, diyakini bahwa kapal ini menyimpan kekayaan berharga, termasuk 11 juta koin emas dan perak, zamrud, serta kargo berharga lainnya dari era kolonial Spanyol. Nilai harta karun tersebut diperkirakan mencapai triliunan rupiah jika berhasil diambil.

Pernyataan Menteri Correa menyatakan, "Ini adalah kapal karam arkeologis, bukan harta karun," setelah pertemuan dengan Presiden Gustavo Petro, demikian dilansir dari Associated Press pada Sabtu (23/12/2023). Namun, pernyataan tersebut muncul dalam konteks sengketa hukum dan diplomatik yang melibatkan puing-puing kapal San Jose sejak lokasinya ditemukan pada tahun 2015.

Puing-puing kapal ini, yang terlibat dalam pertempuran dengan kapal Inggris lebih dari 300 tahun yang lalu, ditemukan tiga tahun lalu dengan bantuan tim internasional ahli dan kendaraan bawah air otonom. Lokasinya, yang menjadi rahasia negara, berada di lepas Semenanjung Baru Kolombia, selatan Cartagena, di Laut Karibia.

Sebelumnya, pada tahun 2018, rencana penggalian puing-puing kapal ini dibatalkan oleh pemerintah Kolombia akibat perselisihan dengan perusahaan swasta yang mengklaim hak penyelamatan berdasarkan perjanjian tahun 1980. UNESCO juga telah mengeluarkan pernyataan kekhawatiran, meminta Kolombia untuk tidak mengkomersialkan eksploitasi kapal karam tersebut.

Sengketa mengenai kepemilikan harta karun ini telah melibatkan negara-negara seperti Amerika Serikat, Kolombia, dan Spanyol. Meskipun UNESCO telah menyuarakan keprihatinan terkait potensi kehilangan warisan historis yang tidak dapat dipulihkan, Kolombia belum menandatangani Konvensi Hukum Laut PBB, yang memerlukan pemberitahuan kepada UNESCO mengenai rencana eksploitasi kapal karam.

Kapal San Jose, dengan panjang 45 meter, lebar 14 meter, dan dilengkapi dengan 64 meriam, kini menjadi pusat perhatian sebagai situs arkeologi yang menyimpan sejarah berharga dari masa lampau. Para peneliti, setelah menemukan meriam perunggu, vas keramik, dan porselen, mengkonfirmasi bahwa puing-puing di dasar laut adalah bagian dari kapal San Jose yang sebelumnya hilang selama berabad-abad.

 

Terkini

Perahu Penjaga Dapur di Laut Lebo

Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:05 WIB

44 Negara Tanpa Laut, Bagaimana Mereka Bertahan?

Selasa, 28 Januari 2025 | 20:35 WIB