Sulawesitoday - Bulan bisa tampak sangat besar. Saat supermoon terjadi, bulan lebih dekat ke bumi. Karena jaraknya dekat, bulan terlihat sangat terang.
Supermoon hanya terjadi saat bulan berada di titik terdekat. Fenomena ini disebut perigee. Banyak orang menyaksikan fenomena ini setiap tahunnya.
Saat supermoon terjadi, bulan tampak lebih besar. Cahaya bulan juga terasa lebih kuat. Fenomena ini sangat dinanti oleh banyak orang.
Apa Itu Fenomena Supermoon?
Fenomena ini terjadi ketika bulan berada di titik terdekat dengan bumi. Jaraknya lebih pendek dari biasanya. Inilah yang membuatnya tampak besar.
Banyak orang terkejut saat melihatnya. Ukurannya terasa jauh lebih besar dari bulan biasa. Ini juga membuat malam terasa lebih terang.
Baca Juga: Gerhana Bulan Sebagian 29 Oktober 2023, Bisa Dilihat dari Indonesia
Bulan purnama saat supermoon lebih terang dari biasanya. Cahayanya memantul lebih banyak. Itu membuatnya lebih menarik untuk dilihat.
Bagaimana Supermoon Terjadi?
Supermoon terjadi karena orbit bulan tidak bulat sempurna. Orbitnya elips. Kadang lebih dekat, kadang lebih jauh.
Saat bulan mencapai titik terdekat, itulah yang disebut perigee. Pada perigee, bulan menjadi supermoon. Orbit ini bisa dilihat beberapa kali setahun.
Ketika perigee terjadi saat purnama, bulan menjadi supermoon. Fenomena ini ditunggu oleh banyak orang. Itu membuat langit malam lebih indah.