ragam

Tahukah Kamu? Landasan Pacu di Beberapa Bandara Harus Diperpanjang ketika Airbus A380 Diperkenalkan

Kamis, 17 Oktober 2024 | 17:53 WIB
Mengapa landasan pacu harus diperpanjang untuk Airbus A380? Bandara di seluruh dunia menghadapi tantangan infrastruktur besar saat pesawat superjumbo ini diperkenalkan. #AirbusA380 #AviationFacts #Air (Dwi Rahayu Putri)

Ragam sulawesitoday - Apakah Anda pernah berpikir tentang ukuran pesawat terbesar di dunia, Airbus A380, dan bagaimana dampaknya pada bandara di seluruh dunia? Mari kita lihat lebih dekat mengapa bandara harus membuat penyesuaian besar, termasuk memperpanjang landasan pacu, ketika pesawat superjumbo ini diperkenalkan.

Bukan sekadar memarkir lebih banyak pesawat, ada banyak sekali alasan teknis di balik keputusan ini, dan mereka bukanlah hal-hal kecil.

Baca Juga: Tahukah Kamu? Dibutuhkan 150 Pesawat Luar Angkasa dan Biaya Senilai 4 Miliar USD bagi SpaceX untuk Akhirnya Berhasil Menangkap Roket di Udara

Airbus A380: Raksasa di Udara

Pertama-tama, mari kita kenali dulu Airbus A380. Dengan dua dek penumpang yang dapat mengangkut hingga 850 penumpang dalam konfigurasi kelas ekonomi penuh, A380 benar-benar membuat pesawat komersial lainnya tampak seperti miniatur. Ketika diperkenalkan pada tahun 2007, pesawat ini diharapkan menjadi revolusi dalam perjalanan udara, terutama untuk rute jarak jauh. Namun, ada satu masalah besar: ukuran fisiknya yang masif!

Landasan pacu bandara yang dirancang untuk pesawat generasi sebelumnya seperti Boeing 747 tidak selalu memadai untuk pesawat sebesar ini. Dan ini bukan hanya soal landasan pacu yang lebih panjang, tetapi juga lebih lebar! Bayangkan sebuah bandara yang terbiasa menangani "mobil sedan" harus menyesuaikan diri dengan "truk raksasa." Di sinilah tantangan terbesar muncul.

Baca Juga: Geger! Ular Piton 4 Meter Muncul di Mamuju, Warga Berebut Tangkap di Tanggul Roboh

Mengapa Landasan Pacu Harus Diperpanjang?

Berbicara soal ukuran, A380 membutuhkan lebih banyak ruang untuk bisa lepas landas. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO), lepas landas A380 membutuhkan landasan pacu minimal sepanjang 2.900 meter (sekitar 9.500 kaki) dengan beban penuh. Bandara seperti Heathrow di London, JFK di New York, dan Changi di Singapura harus memperpanjang landasan pacu mereka agar bisa menerima pesawat ini. Jika tidak, mereka akan terpaksa menolak A380, kehilangan peluang besar untuk meningkatkan volume penumpang internasional.

"Tantangan terbesar bagi bandara adalah mengelola permintaan A380 tanpa mengganggu operasi yang ada," kata seorang pejabat bandara di Heathrow. Tentu saja, memperpanjang landasan pacu tidak hanya soal panjang, tetapi juga lebar. Lebar sayap A380 yang mencapai hampir 80 meter memaksa beberapa bandara menyesuaikan landasan taxi, apron, dan bahkan terminal parkir pesawat mereka.

Baca Juga: Evakuasi Dramatis di Gunung Gandang Dewata! Pendaki Sakit Parah Ditandu Sambil Diinfus, Baca Kronologis Lengkapnya di Sini

Penerapan Infrastruktur Baru

Bayangkan bagaimana bandara yang sudah beroperasi penuh tiba-tiba diminta menyesuaikan infrastrukturnya untuk pesawat ini. Banyak yang harus menambah panjang landasan pacu agar sesuai dengan kebutuhan A380. Misalnya, Bandara Changi di Singapura harus menambah panjang landasan hingga lebih dari 4.000 meter. Tidak hanya itu, jalur taxiway harus dilebarkan agar A380 dapat bergerak dengan aman tanpa memengaruhi pesawat lain yang lebih kecil.

“Saat A380 tiba, semua rencana yang kami buat bertahun-tahun sebelumnya terasa kecil,” ungkap salah seorang insinyur bandara di Dubai, yang merupakan hub besar bagi A380. Ia menjelaskan bahwa penambahan panjang landasan pacu hanyalah salah satu bagian dari penyesuaian yang harus dilakukan.

Baca Juga: Dugaan Pelanggaran Terstruktur, Sistematis dan Masif Mencuat, Tim Danny-Azhar Minta Andi Sudirman Diskualifikasi dari Pilkada Sulsel 2024

Faktor Keselamatan yang Lebih Kompleks

Satu hal lagi yang perlu diingat adalah keselamatan penerbangan. Dengan bobot lepas landas maksimum mencapai 1,2 juta pound (544.000 kilogram), tekanan yang ditimbulkan roda pesawat A380 pada landasan pacu sangat besar. Landasan pacu yang tidak dirancang untuk menangani bobot sebesar ini bisa cepat rusak dan memicu masalah keselamatan. Itulah sebabnya banyak bandara di dunia, seperti Bandara Charles de Gaulle di Paris, harus memperkuat struktur landasan mereka, bukan hanya memperpanjangnya.

Bahkan jarak antara pesawat saat lepas landas atau mendarat harus diperpanjang karena turbulensi yang diciptakan oleh mesin A380. Ada "wake turbulence" atau turbulensi ekor yang jauh lebih besar daripada pesawat kecil. Ini berarti pesawat lain harus menjaga jarak lebih jauh untuk menghindari guncangan kuat di udara, yang tentu saja mempengaruhi jadwal penerbangan.

Halaman:

Tags

Terkini

Perahu Penjaga Dapur di Laut Lebo

Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:05 WIB

44 Negara Tanpa Laut, Bagaimana Mereka Bertahan?

Selasa, 28 Januari 2025 | 20:35 WIB