• Kamis, 4 Juni 2026

Android 15 Kini Butuh 32 GB Storage; Ponsel 16 GB Terancam Tanpa Google Play

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Sabtu, 3 Mei 2025 | 03:54 WIB
Google naikkan syarat Android 15 jadi 32 GB, EU juga gencar dengan label efisiensi & perbaikan HP/tablet mulai Juni 2025.
Google naikkan syarat Android 15 jadi 32 GB, EU juga gencar dengan label efisiensi & perbaikan HP/tablet mulai Juni 2025.

Sulawesitoday - .Bagi sebagian orang, HP murah adalah pilihan. Bagi Google, itu mulai dianggap beban. Perusahaan raksasa itu diam-diam mengetatkan aturan main: tak ada lagi Android 15 untuk ponsel dengan memorii pas-pasan.

Syarat barunya? Minimal 32 gigabyte. Itu pun tak bisa dipakai sembarangan. Sekitar 75 persen ruang harus dikhususkan untuk “partisi data”—tempat di mana sistem, aplikasi, dan segala macam file diam-diam menumpuk. Bukan sekadar angka, ini penanda: HP dengan memori 16 GB dipaksa pensiun dari liga utama.

Kecil Tak Lagi Indah.

“Tak bisa dilarang membuat HP murah,” kata laporan Android Authority. Memang benar. Tapi Google punya cara lain: membatasi akses ke Google Mobile Services (GMS)—ekosistem Play Store, Maps, YouTube, dan lainnya. Tanpa GMS, ponsel akan jadi seperti warung tanpa etalase. Ada barang, tapi orang malas mampir.

Masih ada celah: Android Open Source Project (AOSP). Tapi tak ada Play Store di sana. Tanpa Google Services, ponsel itu ibarat punya badan tanpa kepala. Bisa bergerak, tapi tanpa arah.

Eropa Ikut Bermain.

Sementara itu, dari Brussel, Uni Eropa mengetuk palu: semua HP dan tablet yang masuk ke wilayahnya wajib menampilkan label efisiensi. Mulai 20 Juni 2025, konsumen tak hanya lihat harga dan warna. Mereka juga akan melihat:

Seberapa irit daya perangkat (skor A sampai G)

Apakah baterainya bisa bertahan setidaknya 800 kali isi ulang

Seberapa mudah diperbaiki (spare part harus tersedia 5–10 hari)

Perlindungan terhadap debu, air, bahkan jatuh


HP yang bisa digulung? Untuk sementara dimaafkan. Mungkin karena terlalu futuristik untuk diukur pakai aturan hari ini.

Ponsel Bukan Lagi Sekadar Alat

Dulu, HP cuma untuk menelepon. Lalu berevolusi jadi kamera, dompet, pemutar lagu, bahkan mesin game. Tapi kini ia jadi medan pertempuran: antara performa dan prinsip, antara kapitalisme dan keberlanjutan.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini