Sulawesitoday - .Bagi sebagian orang, HP murah adalah pilihan. Bagi Google, itu mulai dianggap beban. Perusahaan raksasa itu diam-diam mengetatkan aturan main: tak ada lagi Android 15 untuk ponsel dengan memorii pas-pasan.
Syarat barunya? Minimal 32 gigabyte. Itu pun tak bisa dipakai sembarangan. Sekitar 75 persen ruang harus dikhususkan untuk “partisi data”—tempat di mana sistem, aplikasi, dan segala macam file diam-diam menumpuk. Bukan sekadar angka, ini penanda: HP dengan memori 16 GB dipaksa pensiun dari liga utama.
Kecil Tak Lagi Indah.
“Tak bisa dilarang membuat HP murah,” kata laporan Android Authority. Memang benar. Tapi Google punya cara lain: membatasi akses ke Google Mobile Services (GMS)—ekosistem Play Store, Maps, YouTube, dan lainnya. Tanpa GMS, ponsel akan jadi seperti warung tanpa etalase. Ada barang, tapi orang malas mampir.
Masih ada celah: Android Open Source Project (AOSP). Tapi tak ada Play Store di sana. Tanpa Google Services, ponsel itu ibarat punya badan tanpa kepala. Bisa bergerak, tapi tanpa arah.
Eropa Ikut Bermain.
Sementara itu, dari Brussel, Uni Eropa mengetuk palu: semua HP dan tablet yang masuk ke wilayahnya wajib menampilkan label efisiensi. Mulai 20 Juni 2025, konsumen tak hanya lihat harga dan warna. Mereka juga akan melihat:
Seberapa irit daya perangkat (skor A sampai G)
Apakah baterainya bisa bertahan setidaknya 800 kali isi ulang
Seberapa mudah diperbaiki (spare part harus tersedia 5–10 hari)
Perlindungan terhadap debu, air, bahkan jatuh
HP yang bisa digulung? Untuk sementara dimaafkan. Mungkin karena terlalu futuristik untuk diukur pakai aturan hari ini.
Ponsel Bukan Lagi Sekadar Alat
Dulu, HP cuma untuk menelepon. Lalu berevolusi jadi kamera, dompet, pemutar lagu, bahkan mesin game. Tapi kini ia jadi medan pertempuran: antara performa dan prinsip, antara kapitalisme dan keberlanjutan.
Artikel Terkait
OpenAI Berbenah: GPT-4 Resmi Ditinggalkan di ChatGPT, Kini GPT-4o Ambil Alih Panggung
China Uji Coba Broadband 10G di Hebei, Unduh Film 4K dalam 20 Detik
Lima Tahun Negosiasi, LG Mundur sementara Huayou Geser Posisi di Indonesia Grand Package
Indonesia Jawara Pengguna Ponsel Internet dengan 98,7 Persen Warganya Berselancar 7 Jam 22 Menit Sehari
Harganya Turun! Promo Xiaomi TV A Pro Series 2026 Mulai Rp3,6 Juta