Mereka tak hanya mendengar, tapi juga bertanya, berdiskusi, dan—yang paling penting—belajar mengenali wajah AI yang tak selalu ramah.
Seperti kata Yardin, “Kalau kita tak siap, AI bisa lebih berbahaya daripada sensor manual. Ia bekerja diam-diam, di balik layar, tanpa perlu stempel redaksi.”