Mereka tak hanya mendengar, tapi juga bertanya, berdiskusi, dan—yang paling penting—belajar mengenali wajah AI yang tak selalu ramah.
Seperti kata Yardin, “Kalau kita tak siap, AI bisa lebih berbahaya daripada sensor manual. Ia bekerja diam-diam, di balik layar, tanpa perlu stempel redaksi.”
Artikel Terkait
Tak Bisa Terbang, Tak Dapat Refund: Hasri Jack Ngamuk di Bandara Usai Batik Air Batalkan Penerbangan
Honorer RSUD Tombulilato Terkatung-katung, Gaji Empat Bulan dan Jasa Delapan Bulan Belum Dibayar
Dugaan Kades Timbulon Nistakan Mushaf Al Quran, Ketika Simbol Suci Dijadikan Mainan
Jurnalis Dilapor Polisi Gara-Gara Share Berita Sendiri, Tiga Organisasi Pers Lawan Kriminalisasi Hendly
Gempa M6.0 Guncang Pohuwato Malam Ini, Getaran Terdeteksi Hingga Manado dan Berau