• Rabu, 22 Juli 2026

Jangan Beri OTP! Ini Ciri Panggilan Vishing dan Cara Blokir Telepon Spam

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Selasa, 17 Februari 2026 | 16:51 WIB
Waspadai ciri vishing seperti nada mendesak & permintaan OTP. Gunakan GetContact untuk lacak nomor dan lapor ke aduannomor.id segera!
Waspadai ciri vishing seperti nada mendesak & permintaan OTP. Gunakan GetContact untuk lacak nomor dan lapor ke aduannomor.id segera!

Sulawesitoday - Pernah menerima telepon dari nomor asing yang mengaku sebagai pihak bank atau instansi pemerintah dengan nada bicara mendesak?

Vishing atau voice phishing adalah modus penipuan melalui panggilan telepon atau pesan suara yang bertujuan memanipulasi korban agar menyerahkan informasi sensitif.

Kejahatan siber ini kian marak dengan kerugian yang sangat besar; laporan menunjukkan rata-rata kerugian mencapai ratusan miliar rupiah per tahun akibat penipuan online di Indonesia.

Gejala: Cara Mengenali Panggilan Vishing yang Mencurigakan

• Penggunaan Nomor Tidak Dikenal atau "Spoofing": Penelepon menggunakan nomor ponsel pribadi, nomor luar negeri, atau nomor yang dimodifikasi agar terlihat mirip dengan call center resmi suatu instansi.

• Nada Bicara Mendesak (Creating Urgency): Pelaku menyerang emosi korban dengan menciptakan rasa panik, seperti mengklaim adanya masalah pada rekening bank, ancaman denda pajak, atau keterlibatan dalam kasus hukum.

• Permintaan Data Sensitif yang Tidak Wajar: Penipu secara terang-terangan meminta data rahasia seperti kode OTP, PIN, password, nomor CVV kartu kredit, hingga nama ibu kandung.

• Modus Iming-iming Hadiah atau Ancaman: Penipu sering kali menawarkan hadiah undian palsu yang sangat menggiurkan atau mengintimidasi korban dengan tagihan utang fiktif.

• Tanda Teknis Panggilan: Penggunaan suara robot (robocall), adanya jeda saat menjawab telepon, atau suara latar belakang yang dibuat seolah-olah berada di kantor resmi.

Penyebab: Mengapa Anda Menjadi Target Vishing?

• Kebocoran Data Publik: Data pribadi seperti NIK, nomor telepon, dan Kartu Keluarga sering kali diperjualbelikan di pasar gelap akibat peretasan sistem atau kelalaian perusahaan.

• Jejak Digital di Media Sosial: Informasi yang dibagikan secara publik di media sosial, seperti nomor ponsel atau data keluarga, memudahkan penipu melakukan rekayasa sosial (social engineering).

• Psikologi Manusia (Social Engineering): Penipu memanfaatkan celah psikologis seperti rasa hormat pada otoritas, rasa takut akan kerugian (loss aversion), atau keinginan untuk mendapatkan keuntungan cepat.

• Penggunaan Aplikasi Tidak Resmi: Mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi atau memberikan izin akses data (kontak/galeri) secara berlebihan pada aplikasi ponsel.

Waspadai ciri vishing seperti nada mendesak & permintaan OTP. Gunakan GetContact untuk lacak nomor dan lapor ke aduannomor.id segera!

Solusi Langkah-demi-Langkah: Cara Menghadapi Panggilan Mencurigakan

• Langkah 1: Tetap Tenang dan Jangan Panik.

Ingatlah bahwa emosi yang meluap (takut atau senang) adalah senjata utama penipu untuk membuat Anda tidak berpikir jernih.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini