• Kamis, 4 Juni 2026

Studi Menemukan Identitas Orang yang Sudah Meninggal Rentan Dicuri, Privasi Digital Jadi Sorotan di Era Kecerdasan Buatan

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Rabu, 28 Agustus 2024 | 22:10 WIB
Menurut studi terbaru, identitas digital orang yang telah meninggal semakin rentan dicuri di era digital, menimbulkan kekhawatiran privasi. (Dwi Rahayu Putri)
Menurut studi terbaru, identitas digital orang yang telah meninggal semakin rentan dicuri di era digital, menimbulkan kekhawatiran privasi. (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Menurut studi terbaru, identitas digital orang telah meninggal dunia semakin rentan terhadap pencurian di Era Digital.

Penelitian oleh Kaspersky, yang dipublikasikan pada 28 Agustus 2024, mengungkapkan bahwa 61 persen responden percaya identitas orang yang telah tiada sangat rawan disalahgunakan.

Seiring dengan semakin banyaknya pengguna internet, kekhawatiran atas privasi dan etika dalam pengelolaan identitas digital menjadi semakin menonjol.

Laporan Tinjauan Global Digital 2024 menyebutkan bahwa 95 persen pengguna internet secara aktif menggunakan media sosial setiap bulan.

Data juga menunjukkan bahwa ada 282 juta identitas baru yang muncul antara Juli 2023 hingga Juli 2024.

Temuan Kaspersky menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen mengkhawatirkan keamanan identitas digital mereka, termasuk identitas orang yang telah meninggal.

Baca Juga: Bebas Repot Membuat Notulen Rapat dengan Kecerdasan Buatan

Dalam survei tersebut, sebanyak 35 persen responden setuju bahwa keberadaan digital dari mereka yang telah meninggal dapat diciptakan kembali menggunakan kecerdasan buatan (AI), sementara 38 persen lainnya menolak karena alasan privasi dan penghormatan.

Menurut Anna Larkina, pakar analisis konten web di Kaspersky, pengelolaan jejak digital seseorang sering kali diabaikan dalam aktivitas daring sehari-hari.

Larkina menekankan bahwa pencurian identitas digital dapat menyebabkan masalah pribadi yang serius bagi mereka yang ditinggalkan.

Oleh karena itu, penting bagi individu untuk mengambil langkah-langkah proaktif dalam melindungi privasi digital mereka.

Laporan ini juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan sistem dan perangkat lunak untuk mencegah pencurian data.

Kaspersky menyarankan penggunaan solusi keamanan modern serta pemantauan terhadap data pribadi yang diproses oleh aplikasi.

Baca Juga: Viral Trend Video AI Berpelukan di TikTok,Teknologi Kecerdasan Buatan Kembalikan Kenangan Bersama Orang Tersayang

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini