• Senin, 22 Juni 2026

Disdikbud Parimo Desak Pusat, Sarana SD Wilayah Terpencil Butuh Perhatian Serius

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Selasa, 5 Mei 2026 | 19:08 WIB
Kondisi SD terpencil di Parigi Moutong memprihatinkan. Tak masuk daftar revitalisasi pusat 2026, Disdikbud harap ada intervensi darurat.
Kondisi SD terpencil di Parigi Moutong memprihatinkan. Tak masuk daftar revitalisasi pusat 2026, Disdikbud harap ada intervensi darurat.

Sulawesitoday - Wajah pendidikan di pelosok Parigi Moutong masih nampak kusam. Di saat seremonial Hardiknas bergema, ratusan ruang kelas di wilayah terpencil justru sedang melapuk dimakan usia.

Pemerintah pusat memang baru saja menetapkan enam sekolah sebagai penerima program revitalisasi 2026. Namun, tak ada satu pun jenjang Sekolah Dasar yang masuk dalam daftar utama tersebut.

"Masih banyak sekolah dasar di Parimo, khususnya di wilayah terpencil, yang membutuhkan perhatian serius," ujar Plt Kepala Disdikbud Parimo, Sunarti, beberapa waktu lalu. Kondisi sarana di sana disebutnya sudah sangat memprihatinkan.

Baca Juga: Parigi Moutong Percepat Layanan Hukum, Bupati Erwin Dorong Sidang Online hingga Pelosok Desa

Padahal, sekolah-sekolah di gunung dan pesisir jauh itu adalah jantung literasi warga. Sayangnya, keterbatasan anggaran daerah membuat gedung yang nyaris roboh hanya bisa masuk daftar tunggu.

Tahun ini, bantuan pusat justru hanya mengalir untuk tiga PAUD dan tiga SMP. Nama-nama seperti SDK Bainaa Barat dan SDK Ogolao memang sempat tersentuh, tapi itu hanya setetes air di tengah padang pasir.

Sunarti blak-blakan menyebut bahwa kebutuhan fisik untuk jenjang SD masih sangat besar. "Kami berharap ke depan kuota bantuan untuk SD dapat ditingkatkan," ungkapnya dengan nada penuh harap.

Kesenjangan fasilitas ini menjadi kerikil dalam sepatu bagi pemerataan pendidikan di daerah. Murid-murid di pelosok dipaksa belajar di bawah atap bocor dan lantai semen yang sudah terkelupas.

Baca Juga: Gaduh Perpres Ekstremisme Baru, Netizen Desak Perampasan Aset Koruptor Ketimbang Awasi Keluarga

Minimnya intervensi pusat tahun ini memicu kekawatiran akan keselamatan para siswa. Bangunan sekolah di daerah sulit dijangkau seringkali luput dari pantauan tim verifikasi kementrian.

Pihak dinas kini hanya mampu melakukan pendataan ulang sembari melobi Jakarta. Mereka ingin memastikan bahwa jeritan dari ruang kelas yang reot sampai ke telinga pengambil kebijakan.

Tanpa perbaikan segera, sekolah-sekolah terpencil ini hanya akan menjadi monumen ketertinggalan. Pendidikan yang layak seolah masih menjadi barang mahal bagi anak-anak di pedalaman Parimo.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini