• Jumat, 26 Juni 2026

Kompetensi yang Tak Berhenti di Pintu Hotel

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Sabtu, 9 Mei 2026 | 21:20 WIB
Dua belas wartawan ujian di Morowali Utara lulus UKW. Namun, kompetensi sejati bukan di atas kertas, melainkan pada etika setelah keluar ruangan.
Dua belas wartawan ujian di Morowali Utara lulus UKW. Namun, kompetensi sejati bukan di atas kertas, melainkan pada etika setelah keluar ruangan.

Feature sulawesitoday - Gerimis tipis menyapu kaca jendela Aula Hotel Jompi Wisata sore itu. Aroma kopi yang mulai mendingin bercampur dengan harum tanah basah dari luar ruangan. Angin pegunungan Morowali Utara sesekali menyelinap masuk lewat celah pintu yang terbuka.

Temu Sutrisno duduk di kursi depan sambil sesekali membolak-balik tumpukan kertas di mejanya. Di sudut lain, para peserta UKW tampak menyandarkan punggung dengan raut wajah yang sulit diartikan. Ada yang mengusap dahi dengan sapu tangan, ada pula yang terus menatap layar laptop meski jemarinya sudah diam.

"Dua hari ini rasanya seperti berjalan di atas bara api, ya?" celetuk Bambang, seorang peserta muda sambil memijat tengkuknya.

Baca Juga: Menagih Janji Izin Tambang di Parigi Moutong: Rakyat Butuh Makan

Temannya yang lebih senior, Abdul Main hanya terkekeh pendek sambil menghisap kopi hitamnya. "Lebih dari itu, kawan, ini soal harga diri dan secarik kertas yang menentukan kita layak disebut jurnalis atau sekadar juru tulis."

Dialog mereka terhenti saat Temu berdiri dan berjalan menuju podium kecil di depan ruangan. Langkah kakinya yang mantap seketika membungkam riuh rendah bisikan di sudut-sudut aula. Ia menatap satu per satu wajah lelah di hadapannya dengan tatapan yang sangat tajam namun teduh.

"Ingatlah, kartu kompetensi ini hanyalah sebuah benda mati yang tak punya nyawa," ucapnya pelan namun bergetar.

"Kesadaran hukum adalah kompasmu, dan etika adalah detak jantungmu. Jika kau melangkah keluar dari pintu ini lalu mengkhianati nuranimu demi kepentingan sesaat, maka sejatinya kau telah kehilangan kompetensimu sebelum matahari terbenam."

Baca Juga: Gubernur Surati Dirjen Minerba, Jakarta Diam — Dugaan Tambang Ilegal PT Pantas Indomining Tak Tersentuh Hukum

Hening seketika menyergap seluruh sudut ruangan Hotel Jompi. Beberapa wartawan yang tadi sibuk bersenda gurau kini tertunduk sambil menatap ujung sepatu masing-masing. Mereka sadar kalau angka dua belas orang yang lulus hanyalah statistik kecil di tengah jutaan beban moral yang baru saja diletakkan di pundak.

Kini sertifikat itu telah digenggam, namun tanggung jawab yang sebenarnya baru saja dimulai. Di luar sana, senja mulai menelan sisa-sisa cahaya di ufuk barat Kabupaten Morowali Utara. Apakah kita benar-benar siap menjadi penjaga kebenaran atau hanya sekadar menambah daftar panjang nama dalam basis data nasional? (Rafii).

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini