Sulawesitoday - Bareskrim Polri mulai melacak sponsor besar di balik sindikat judi online jaringan internasional. Operasi ini bermula dari penggerebekan markas judi pada sebuah apartemen di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.
Polisi mengamankan 320 warga negara asing dan satu warga negara Indonesia dalam penggerebekan Kamis lalu. Para pelaku kedapatan sedang sibuk mengoperasikan perangkat judi saat petugas datang mengepung.
Kini ratusan warga asing itu dipindahkan ke Direktorat Jenderal Imigrasi. Petugas menitipkan mereka pada sejumlah rumah detensi di wilayah Jakarta Barat dan Kuningan.
Baca Juga: Layanan Hukum Sulteng Harus Cepat, Rakhmat Renaldy Kejar Target Birokrasi Bersih Korupsi
Kepala Subdirektorat Pengawasan Imigrasi Arief Eka Riyanto menduga ada pelanggaran berat terkait izin tinggal.
"Kami juga melakukan penelusuran terkait sponsor penjamin warga negara asing ini," ujar Arief.
Penyidik sedang mendalami identitas pemilik gedung maupun penyewa apartemen tersebut. Polisi menggandeng PPATK guna menelusuri aliran dana dan keterlibatan pihak luar lainnya.
Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Wira Satya Triputra menegaskan koordinasi dengan pemangku kepentingan terus berjalan.
"Pemilik dan penyewa ini belum tahu, masih kita dalami," kata Wira.
Satu orang warga lokal yang tertangkap ternyata punya rekam jejak di luar negeri. Pelaku asal Jakarta ini diketahui pernah bekerja pada sektor serupa di Kamboja.
Wira menyebut yang bersangkutan kembali ke Indonesia khusus untuk bekerja di markas ini. Peran warga lokal ini diduga kuat sebagai petugas layanan pelanggan atau customer service.
Baca Juga: Parigi Moutong Siapkan Karpet Merah untuk Sekolah Rakyat
Para pelaku yang ditangkap memiliki pembagian tugas yang sangat rapi. Ada yang berperan sebagai tenaga pemasaran, admin, hingga bagian penagihan kepada pemain.
Mayoritas warga asing masuk ke Indonesia hanya bermodalkan visa kunjungan wisata. Ironisnya, masa berlaku dokumen perjalanan mereka rata-rata sudah habis sejak lama.
Artikel Terkait
Skema Baru Tunjangan Guru Parimo, Dana Pusat Langsung Masuk Rekening Tanpa Antre di Daerah
Digitalisasi PAUD Parimo Belum Merata, Sekolah Swasta Masih Harus Antre Bantuan
Api Hanguskan Rumah di Donggulu Parigi Moutong, Satu Keluarga Mengungsi
Parigi Moutong Siapkan Karpet Merah untuk Sekolah Rakyat
Layanan Hukum Sulteng Harus Cepat, Rakhmat Renaldy Kejar Target Birokrasi Bersih Korupsi