• Senin, 29 Juni 2026

Digitalisasi PAUD Parimo Belum Merata, Sekolah Swasta Masih Harus Antre Bantuan

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Minggu, 10 Mei 2026 | 13:16 WIB
Disdikbud Parigi Moutong terus kejar pemerataan mutu 538 PAUD. Fasilitas digital mulai disalurkan namun sekolah swasta masih tertinggal.
Disdikbud Parigi Moutong terus kejar pemerataan mutu 538 PAUD. Fasilitas digital mulai disalurkan namun sekolah swasta masih tertinggal.

Sulawesitoday - Ratusan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Parigi Moutong masih berjuang mengejar standar mutu.

Sebagian besar pengelola sekolah swasta kini harus gigit jari karena fasilitas bantuan belum menyentuh mereka secara merata.

Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Disdikbud Parimo Dahniar Abdul Hamid mengakui adanya ketimpangan ini.

Baca Juga: Skema Baru Tunjangan Guru Parimo, Dana Pusat Langsung Masuk Rekening Tanpa Antre di Daerah

Saat ini tercatat sekitar 538 satuan pendidikan mulai dari TK hingga Kelompok Bermain tersebar di wilayah itu.

Pemerintah daerah memang sedang gencar mendorong proses akreditasi bagi seluruh lembaga. Status akreditasi menjadi ukuran mutlak untuk menilai kualitas layanan sebuah sekolah.

"Sebagian besar sudah terakreditasi namun masih ada yang proses dan belum punya status," ujar Dahniar beberapa waktu lalu.

Penilaian kualitas dilakukan langsung oleh Badan Akreditasi Nasional sebagai lembaga independen.

Ketimpangan fasilitas terlihat nyata pada distribusi bantuan perangkat teknologi terbaru.

Sekolah negeri sudah menikmati papan digital hingga perabot kelas yang lengkap dari pemerintah. Kondisi berbeda dialami oleh sekolah yang dikelola secara swasta oleh masyarakat.

"Untuk swasta juga mendapat bantuan meski belum sepenuhnya merata," ungkap Dahniar menjelaskan situasi lapangan.

Baca Juga: Dana BOP Cair, Menu Makan Sehat PAUD Parimo Masih Beda-Beda Nasib

Aturan main di dinas memang memprioritaskan bantuan bagi lembaga berakreditasi A dan B. Kebijakan ini sengaja diambil guna memacu semangat pengelola sekolah memperbaiki kualitas mereka.

Disdikbud berjanji tidak akan tinggal diam melihat sekolah yang masih tertinggal. Pendampingan perizinan dan penguatan kapasitas guru terus dilakukan secara rutin.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini