• Rabu, 10 Juni 2026

Video Viral Tumpukan Paket Retur COD Dijual Murah di Jepara, Warganet Curiga Barang Hilang Sengaja Ditahan

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Minggu, 10 Mei 2026 | 10:00 WIB
Video viral ungkap ratusan paket COD retur diduga dijual bebas di Jepara. Seller online marah, tuntut ekspedisi dan marketplace beri penjelasan.
Video viral ungkap ratusan paket COD retur diduga dijual bebas di Jepara. Seller online marah, tuntut ekspedisi dan marketplace beri penjelasan.

Sulawesitoday - Ratusan paket belanja online bertumpuk dan ditawarkan dengan harga murah secara borongan di wilayah Jepara, Jawa Tengah.

Paket-paket itu diduga merupakan barang retur dari transaksi COD yang seharusnya dikembalikan ke penjual.

Video yang merekam tumpukan paket rapi dan masih tersegel itu menyebar cepat di media sosial.

Baca Juga: Kompetensi yang Tak Berhenti di Pintu Hotel

Pembelinya bisa mendapatkan isi paket, mulai dari pakaian, sepatu, tas, peralatan rumah tangga, hingga furnitur kecil, dengan harga jauh di bawah normal.

Para seller online langsung bereaksi keras.

Banyak di antara mereka mengaku sudah lama kehilangan barang retur COD yang tak pernah kembali, meski status pengirimannya tercatat gagal diterima pembeli.

"Pantesan banyak retur hilang, ternyata diduga dijual lagi," tulis seorang warganet di kolom komentar video viral itu.

Desakan pun mengalir ke pihak jasa ekspedisi dan marketplace. Publik ingin tahu bagaimana barang returan yang wajib dikembalikan ke penjual bisa berakhir dijual bebas ke masyarakat.

Baca Juga: Menagih Janji Izin Tambang di Parigi Moutong: Rakyat Butuh Makan

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak ekspedisi maupun marketplace terkait asal-usul paket dalam video viral itu.

Kasus ini sudah telanjur memantik kekhawatiran luas soal lemahnya pengawasan tata kelola barang retur dalam sistem belanja online berbasis COD.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini