Sulawesitoday - Ratusan paket belanja online bertumpuk dan ditawarkan dengan harga murah secara borongan di wilayah Jepara, Jawa Tengah.
Paket-paket itu diduga merupakan barang retur dari transaksi COD yang seharusnya dikembalikan ke penjual.
Video yang merekam tumpukan paket rapi dan masih tersegel itu menyebar cepat di media sosial.
Baca Juga: Kompetensi yang Tak Berhenti di Pintu Hotel
Pembelinya bisa mendapatkan isi paket, mulai dari pakaian, sepatu, tas, peralatan rumah tangga, hingga furnitur kecil, dengan harga jauh di bawah normal.
Para seller online langsung bereaksi keras.
Banyak di antara mereka mengaku sudah lama kehilangan barang retur COD yang tak pernah kembali, meski status pengirimannya tercatat gagal diterima pembeli.
"Pantesan banyak retur hilang, ternyata diduga dijual lagi," tulis seorang warganet di kolom komentar video viral itu.
Desakan pun mengalir ke pihak jasa ekspedisi dan marketplace. Publik ingin tahu bagaimana barang returan yang wajib dikembalikan ke penjual bisa berakhir dijual bebas ke masyarakat.
Baca Juga: Menagih Janji Izin Tambang di Parigi Moutong: Rakyat Butuh Makan
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak ekspedisi maupun marketplace terkait asal-usul paket dalam video viral itu.
Kasus ini sudah telanjur memantik kekhawatiran luas soal lemahnya pengawasan tata kelola barang retur dalam sistem belanja online berbasis COD.
Artikel Terkait
Siswi SMA Ini Pilih Jadi Juru Parkir Demi Mandiri Selepas Sekolah
Disdikbud Parimo Garap PPKD Terbaru, Targetkan Kebijakan Budaya Tepat Sasaran
Gubernur Surati Dirjen Minerba, Jakarta Diam — Dugaan Tambang Ilegal PT Pantas Indomining Tak Tersentuh Hukum
Menagih Janji Izin Tambang di Parigi Moutong: Rakyat Butuh Makan
Kompetensi yang Tak Berhenti di Pintu Hotel