Sulawesitoday - Bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Kerek, Ngawi, mendadak viral karena lokasinya yang ekstrem.
Gedung ini berdiri kokoh tepat di bibir tebing yang menghadap langsung ke aliran anak sungai Bengawan Solo.
Rekaman video dari seorang pesepeda menunjukkan tidak ada jarak tersisa antara lantai bangunan dengan tepi jurang.
Baca Juga: Gagal Gondol 8 Tabung Gas, Pencuri di Palu Utara Tinggalkan Motor Hingga Dibakar Warga
Pemandangan ini memicu kekhawatiran publik mengenai risiko longsor saat debit air sungai meningkat.
"Ini baru mantap pemborongnya, nanti parkirnya langsung di dalam sungai," tulis akun Suyanto Yanto di kolom komentar.
Netizen lain ikut mempertanyakan bagaimana izin mendirikan bangunan bisa terbit di area berbahaya seperti itu.
Posisi gedung terlihat sangat mepet tanpa adanya pagar pengaman atau akses jalan di sisi belakang. Lokasi pembangunan diduga menabrak aturan sempadan sungai yang seharusnya menjadi kawasan lindung.
Baca Juga: Perlawanan IRT Terhadap Teror Akun Anonim Pantau Kinerja Parimo
Pemerintah daerah maupun pengurus koperasi belum memberikan keterangan resmi terkait status lahan di Kecamatan Ngawi itu.
Publik mendesak adanya audit keamanan sebelum bangunan digunakan secara aktif untuk kegiatan ekonomi desa.
"Yang penting bangunan berdiri dan dana cair," sindir akun Kopi Senja menanggapi fenomena unik ini. Hingga kini video pendek tersebut terus dibagikan ulang oleh ribuan pengguna platform media sosial.
Artikel Terkait
Ketangguhan Petani 93 Tahun dan Wajah Dominasi Perempuan dalam Haji Parigi Moutong 2026
9,2 Hektare Sekolah Rakyat Parimo untuk Mimpi Anak Terpencil
Disdikbud Parimo dan Balai Bahasa Berjuang Patenkan Bahasa Tialo di Peta Nasional
Perlawanan IRT Terhadap Teror Akun Anonim Pantau Kinerja Parimo
Gagal Gondol 8 Tabung Gas, Pencuri di Palu Utara Tinggalkan Motor Hingga Dibakar Warga