• Rabu, 1 Juli 2026

Ketangguhan Petani 93 Tahun dan Wajah Dominasi Perempuan dalam Haji Parigi Moutong 2026

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Senin, 11 Mei 2026 | 23:23 WIB
Kisah Muhtadin, kakek berusia 93 tahun yang berangkat haji sendiri tanpa istri akibat keterbatasan kuota lansia. Simak data lengkap partisipasi jamaah perempuan yang mendominasi keberangkatan asal Par
Kisah Muhtadin, kakek berusia 93 tahun yang berangkat haji sendiri tanpa istri akibat keterbatasan kuota lansia. Simak data lengkap partisipasi jamaah perempuan yang mendominasi keberangkatan asal Par

Sulawesitoday - Muhtadin masih sanggup mengayuh sepeda berkeliling desa meski usianya sudah menyentuh 93 tahun. Petani dari Lambunu ini bahkan masih bisa membaca tulisan dengan jelas tanpa bantuan kacamata saat bersiap menuju tanah suci.

Kekuatan fisik Muhtadin menjadi cermin kecil dari rombongan besar jamaah asal Parigi Moutong. Ia merupakan satu dari lima lansia yang mendapat kuota prioritas tahun ini di tengah ribuan pengantre lainnya.

Sebanyak 100 orang jamaah asal Parigi Moutong kini telah bersiap menuju Embarkasi Balikpapan. Perjalanan panjang ini berawal dari data pendaftaran yang dikelola oleh Kantor Kementerian Haji dan Umrah setempat.

Baca Juga: Kompetensi yang Tak Berhenti di Pintu Hotel

Tahun 2026 menjadi waktu pembuktian bagi visi haji yang lebih berpihak kepada kelompok rentan. Data menunjukkan bahwa mayoritas rombongan kali ini adalah perempuan yang mencapai angka 62 persen.

Pemerintah menggunakan metode seleksi yang ketat berdasarkan urutan pendaftaran dan kategori usia untuk menentukan keberangkatan. Periode pengumpulan data ini mencakup masa tunggu yang sangat panjang bagi masyarakat di Sulawesi Tengah.

Langkah ini diambil untuk memastikan keadilan bagi puluhan ribu warga yang sudah menyetorkan biaya perjalanan. Sistem ini memang memaksa setiap orang harus bersabar menunggu giliran yang telah ditentukan oleh negara.

Masa tunggu keberangkatan di wilayah ini memang bukan perkara singkat bagi para pendaftar. Saat ini terdapat sekitar 6.000 orang yang masuk dalam daftar tunggu dengan estimasi waktu hingga 21 tahun.

Angka 100 jamaah tahun ini sebenarnya lebih sedikit jika kita bandingkan dengan musim haji sebelumnya. Pada tahun 2025 lalu ada sebanyak 197 jamaah yang berhasil melunasi biaya dan berangkat ke Makkah.

Dominasi perempuan sebanyak 62 orang menunjukkan tren partisipasi yang terus meningkat setiap tahun. Sebaliknya jamaah laki-laki hanya berjumlah 38 orang dalam keberangkatan menuju asrama haji kali ini.

Baca Juga: BPK Temukan Beasiswa Ganda di Morowali Utara, 88 Mahasiswa Wajib Kembalikan Uang Negara

Wakil Bupati Abdul Sahid meminta agar seluruh jamaah tetap solid dan menjaga kekeluargaan selama di Arab Saudi. Ia menekankan bahwa stamina prima sangat dibutuhkan karena rangkaian ibadah di sana menguras banyak tenaga.

Kondisi fisik memang menjadi tantangan tersendiri mengingat cuaca di tanah suci yang sulit ditebak. Petugas kesehatan kini lebih diperketat dalam mendampingi jamaah agar tidak ada kendala medis yang berarti.

Namun tidak semua data membawa kabar yang sepenuhnya menggembirakan bagi setiap keluarga jamaah. Ada fakta yang memperlihatkan betapa terbatasnya ruang bagi pasangan lanjut usia untuk berangkat bersama.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini