• Rabu, 1 Juli 2026

Ibu Viral Bawa Anak 2 Tahun ke Konser Air Malam Hari, Ini Risiko Medis yang Mengancam

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Senin, 11 Mei 2026 | 20:43 WIB
Video balita tertidur di tengah bisingnya konser air viral di media sosial. Dokter spesialis anak peringatkan risiko hipotermia dan infeksi.
Video balita tertidur di tengah bisingnya konser air viral di media sosial. Dokter spesialis anak peringatkan risiko hipotermia dan infeksi.

Sulawesitoday - Sebuah video pendek mendadak memicu debat panas di jagat maya setelah menampilkan seorang balita yang terlelap di tengah bisingnya konser musik.

Lokasinya bukan di gedung pertunjukan, melainkan di area kolam renang A’Famosa Waterworld, Malaysia, saat malam hari.

Balita berusia dua tahun itu tampak tenang di atas ban karet meski suara musik menggelegar di sekelilingnya. Sang ibu bersikeras tindakannya tidak menyalahi aturan karena pihak pengelola mengizinkan anak kecil masuk.

Baca Juga: BPK Temukan Beasiswa Ganda di Morowali Utara, 88 Mahasiswa Wajib Kembalikan Uang Negara

"Kalau ada larangan anak tak boleh masuk, mereka tak akan kasih," tulis sang ibu membela diri melalui akun TikTok miliknya.

Ia merasa heran dengan kritik netizen karena merasa banyak anak lain yang juga ikut berendam di sana.

Namun, pemandangan ini justru memicu alarm kewaspadaan dari kalangan medis. Dokter spesialis anak, Tita Menawati, segera memberikan edukasi mengenai risiko besar yang mengintai fisik si kecil.

Tubuh balita belum mampu mengatur suhu sebaik orang dewasa sehingga sangat rentan terkena hipotermia.

"Saat malam hari dan pakaian basah, suhu tubuh bisa turun cepat," ungkap Dokter Tita melalui unggahan edukasinya.

Kedinginan ekstrem memang tidak langsung menyebabkan flu, namun membuat tubuh stres.

Baca Juga: Pemda Angkat Tangan Bayar Gaji Guru PPPK Paruh Waktu

Kondisi ini yang kemudian memicu virus di sekitar lebih mudah menyerang daya tahan tubuh yang sedang anjlok.

Selain suhu air, dentuman musik keras atau polusi suara menjadi ancaman serius bagi indra pendengaran. Telinga bayi masih sangat sensitif dan suara nyaring berisiko merusak saraf pendengaran serta memicu stres mental.

Paparan keramaian di tempat terbuka pada malam hari juga memperbesar peluang penularan penyakit infeksi saluran pernapasan. Dokter Tita mengingatkan bahwa kerumunan orang adalah ladang empuk bagi penularan batuk, pilek, hingga influenza.

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini