• Jumat, 12 Juni 2026

Kasus HIV Palu Tertinggi di Sulteng, Anak SD Ikut Tertular

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Kamis, 11 Juni 2026 | 17:26 WIB
Lonjakan kasus HIV di Kota Palu memicu perdebatan sengit netizen di media sosial mengenai lemahnya pengawasan dan cara penularan virus.
Lonjakan kasus HIV di Kota Palu memicu perdebatan sengit netizen di media sosial mengenai lemahnya pengawasan dan cara penularan virus.

Publik Salahkan Pengawasan

Sulawesitoday - Lonjakan kasus HIV di Kota Palu memicu kegemparan sekaligus perdebatan sengit di kalangan warga dunia maya.

"Dua minggu lalu data yang saya terima masih 2022 kasus, sekarang datanya sudah 2024 kasus," ujar Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin dalam Simposium Edukasi HIV/AIDS di Universitas Tadulako, Senin delapan Juni dua ribu dua puluh enam.

Sebagian netizen langsung menyoroti rapuhnya benteng moralitas dan fungsi kontrol internal dalam lingkungan keluarga saat ini.

Baca Juga: BNI Ganti Rugi Dana Nasabah KC Parigi yang Hilang Misterius

Mereka menilai fungsi pengawasan orang tua sudah sangat kendor sehingga nilai agama tidak lagi menjadi pedoman hidup.

Muncul pula desakan ekstrem dari masyarakat digital agar para penderita segera diisolasi secara ketat dari lingkungan sosial.

Langkah lokalisasi pasien dianggap mendesak demi memutus rantai penularan intim dengan orang lain yang masih sehat.

"Saya sedih ketika pertama kali disampaikan laporan terkait kasus AIDS, bahkan ada yang mengidapnya sejak usia SD," kata Imelda menambahkan fakta memprihatinkan.

Pernyataan resmi pemerintah mengenai korban anak kecil langsung memicu simpati sekaligus klarifikasi dari pengguna media sosial.

Warganet mengingatkan publik agar tidak langsung memberikan stigma negatif kepada seluruh penderita tanpa melihat asal-usul penularan.

Baca Juga: Diduga Jual Solar Subsidi ke Tambang Galian C, Pertamina Diminta Tutup SPBU Emea Morowali

Faktor keturunan dari orang tua kandung atau penggunaan jarum suntik tidak steril berpotensi besar menularkan virus kepada anak.

Pihak otoritas kota kini terus memperluas jangkauan deteksi dini guna memetakan seluruh kelompok rentan di masyarakat.

Sinergi berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk meluruskan persepsi keliru sekaligus menekan laju penyebaran penyakit menular ini.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini