Sulawesitoday - Dampak kelumpuhan aktivitas ekonomi warga dan pedagang kecil di sudut belakang Pasar Sentral Pekkabata akibat kepungan bau busuk limbah karung yang terlantar.
Tumpukan sampah dalam karung plastik pembusuk kini mengepung sudut belakang Pasar Sentral Pekkabata Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat.
"Aroma menyengat dari limbah itu membuat pembeli enggan datang ke lapak kami," kata Ida Adi, salah satu pedagang setempat saat mengeluhkan kondisi pasar pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Baca Juga: Protes Makan Siang Gratis di Unhas Berbuntut Isu Drop Out Mahasiswa Teknik
Kondisi area dagang kini sangat memprihatinkan karena gunungan limbah plastik terus bertambah setiap hari.
Bau menyengat dari tumpukan zat organik busuk itu mengalir bersama angin sore lalu menusuk hidung para pengunjung.
Aktivitas niaga di pusat pasar tradisional itu menjadi tersendat karena area sekitar sangat kotor.
Para pembeli memilih berputar arah demi menghindari sengatan bau menyengat dari karung kemasan sampah.
Masalah penanganan kebersihan ini mencuat setelah area pembuangan akhir di wilayah itu dikabarkan mengalami penutupan total.
Pengelola pasar setempat mengaku kebingungan mencari lokasi alternatif untuk memindahkan ratusan karung limbah harian.
Baca Juga: Video Bentrokan Remaja di Hutan Kota Palu Gegerkan Medsos, Komentar Netizen Bikin Geleng Kepala
Kekecewaan warga kini mulai tumpah melalui saluran media sosial karena penanganan dinas terkait terkesan lambat.
"Kami bingung harus mengadu ke mana lagi karena petugas pasar juga tidak tahu alasan lokasi pembuangan ditutup," ujar perwakilan komunitas lokal Ksf Polman.
Masyarakat kini mulai meragukan komitmen pemerintah daerah dalam menyelesaikan polemik penataan ruang kota.
Artikel Terkait
Kredit Tumbuh Subur, Perbankan Nasional Tetap Kokoh di Tengah Badai Dunia
Warga Curiga Ada Bisnis Ban Bekas Pakai Tenaga Napi di Lapas Kolonodale
Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini Tuntut Turunkan Harga BBM
Video Bentrokan Remaja di Hutan Kota Palu Gegerkan Medsos, Komentar Netizen Bikin Geleng Kepala
Protes Makan Siang Gratis di Unhas Berbuntut Isu Drop Out Mahasiswa Teknik