Sulawesitoday - Menanggapi bencana ganda berupa gempa bumi Magnitudo 6,7 dan banjir bandang yang melanda Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) melalui Detasemen (Danden) Mutiara Palu bergerak cepat mendistribusikan bantuan logistik. Langkah taktis ini berfokus untuk menyuplai kebutuhan pengungsi di wilayah terdampak parah yang belum sepenuhnya menerima bantuan darurat.
Komandan Detasemen TNI AU Mutiara Palu, Letkol Kal Suhardin, menyatakan bahwa pergerakan logistik ini dilakukan setelah adanya koordinasi berjenjang dengan Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Sultan Hasanuddin di Makassar serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah.
"Hasil koordinasi menetapkan Kabupaten Sigi dan beberapa wilayah kabupaten lainnya sudah mulai terdukung secara logistik. Namun, untuk wilayah Kabupaten Parigi Moutong saat itu belum sepenuhnya terdukung karena otoritas setempat masih merampungkan proses pendataan kebutuhan riil warga terdampak di posko-posko pengungsian," ungkap Letkol Kal Suhardin, di Posko BPBD Parigi Moutong, Kamis 25 Juni 2026.
Berdasarkan data taktis terbaru yang dihimpun otoritas terkait, berikut adalah gambaran komprehensif mengenai skala dampak bencana, kerusakan infrastruktur, serta rincian logistik yang dikerahkan oleh TNI AU.
Skala Dampak Penduduk dan Sebaran Wilayah Banjir
Banjir bandang dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang menyebabkan luapan sejumlah sungai besar. Berdasarkan dokumen resmi Pusdalops BPBD Kabupaten Parigi Moutong, air bah merendam sedikitnya 402 unit rumah warga dan berdampak langsung pada 367 Kepala Keluarga (KK) atau total 911 jiwa di lima kecamatan.
Berikut adalah pemetaan sebaran korban dan rumah warga yang terendam banjir di lapangan:
- Kecamatan Parigi:
- Desa Pombolowo: 84 rumah terendam banjir. Sebanyak 84 KK (110 jiwa) sempat mengungsi, namun kini telah kembali ke rumah masing-masing.
- Desa Olaya: 47 rumah terendam, berdampak pada 47 KK (156 jiwa), dengan rincian kelompok rentan meliputi 16 lansia, 21 warga usia dewasa, 9 anak-anak, dan 1 balita.
- Desa Mertasari: 1 rumah terendam yang dihuni 1 KK (6 jiwa), mencakup 1 lansia, 2 dewasa, dan 4 anak/balita.
- Desa Lobu Mandiri: 1 rumah terendam yang dihuni oleh 1 KK dengan total 6 jiwa.
- Desa Parigi Mpuu: Rumah warga aman dari genangan, tetapi fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan parah.
- Kecamatan Parigi Selatan:
- Desa Boyantongo: 88 rumah warga terendam air. Banjir berdampak pada 83 KK (295 jiwa), mencakup 28 lansia, 40 dewasa, 11 anak-anak, dan 9 balita.
- Desa Dolago Padang: 22 rumah terendam, berdampak pada 22 KK (72 jiwa), dengan rincian 1 lansia, 10 dewasa, 41 anak-anak, 16 balita, dan 4 bayi.
- Desa Masari: 31 rumah warga terendam, berdampak langsung pada 31 KK (43 jiwa), termasuk 31 lansia, 7 dewasa, 4 balita, dan 1 bayi.
- Kecamatan Balinggi dan Wilayah Lain
- Desa Balinggi Jati (Kecamatan Balinggi): 50 rumah terendam banjir, berdampak pada 50 KK atau 150 jiwa.
- Desa Air Panas (Kecamatan Parigi Barat): 29 rumah warga terendam banjir.
- Desa Lebagu (Kecamatan Torue): 49 rumah terendam, berdampak pada 19 KK atau 73 jiwa. Seluruh warga terdampak dilaporkan sudah kembali ke rumah masing-masing.
Baca Juga: Banjir dan Gempa Parigi Moutong Juni 2026, 12 Desa Terdampak dan 92 Rumah Rusak
Lumpuhnya Akses Transportasi dan Fasilitas Publik
Asesmen cepat yang dikoordinasikan oleh pihak BPBD bersama TNI AU menunjukkan adanya kerusakan struktural yang signifikan pada infrastruktur vital, yang menghambat mobilitas warga:
Jembatan Putus: Dua jembatan penghubung antar-desa di Dusun 3 Desa Lobu Mandiri ambruk dan putus total akibat terjangan arus. Oprit jembatan di Desa Parigi Mpuu rusak, pasangan batu oprit sepanjang 5 meter di Desa Kayuboko roboh tergerus, dan abutmen jembatan di Desa Tolai mengalami kerusakan fisik.
Jaringan Air Bersih: Akses air bersih ke perumahan warga terganggu akibat dua pipa transmisi intake di Desa Parigi Mpuu putus total.
Tanggul Sungai Jebol: Sepuluh titik tanggul sungai di Desa Dolago Padang jebol. Kerusakan serupa juga melanda jaringan drainase di Kecamatan Balinggi sepanjang ± 225 meter, termasuk lima titik tanggul sungai yang jebol.
Gedung Instansi Pemerintah: Satu unit Kantor TPHP (Tanaman Pangan dan Hortikultura) di Desa Dolago Padang ikut terendam air.
Kerusakan Sektor Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan
Luapan banjir melumpuhkan sektor ekonomi hilir masyarakat setempat dengan merusak ribuan hektare lahan produktif:
Artikel Terkait
Bupati Erwin Burase Minta Seluruh Aplikasi Pemda Parigi Moutong Diaudit Keamanan Siber
Gebyar Seni SDN 6 Kampung Baru Majene, Cara Dongkrak Literasi Anak Lewat Karya
Mengenal Sesar Aktif di Parigi Moutong dan Risiko Bencana Hidrometeorologi yang Disorot DPRD
Krisis PETI Desa Air Panas, DPRD Parigi Moutong Dukung Penghentian Sementara Operasional Tambang Emas
Gempa Bumi Dangkal M 4,4 Guncang Sigi Sulawesi Tengah, Dipicu Aktivitas Sesar Palolo