• Kamis, 16 Juli 2026

Masyarakat Sausu Peore Parimo Buru Buaya Ganas Meresahkan

.
Aswadin, Sulawesi Today
- Selasa, 20 Februari 2024 | 13:44 WIB












Masyarakat Sausu Peore Parimo Buru Buaya Ganas Meresahkan

















Sulawesitoday-Masyarakat Desa Sausu Peore, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mengalami kegelisahan yang mendalam menyusul serangkaian serangan buaya ganas yang terjadi di wilayah tersebut. Peristiwa terbaru yang menggemparkan adalah serangan buaya terhadap seorang warga bernama Zubaedah pada Sabtu, 17 Februari lalu.

Kepala Desa Sausu Peore, Ismail, dalam keterangannya kepada wartawan pada hari Senin (19/2/2024), menyampaikan bahwa masyarakat setempat, terutama para petani kebun, merasa terancam dengan keberadaan buaya ganas di sekitar rawa yang biasa mereka manfaatkan untuk berkebun dan mencari ikan.

"Keberadaan buaya ganas ini telah mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat, dan menyebabkan ketakutan yang mendalam," ungkap Ismail.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Ismail, setelah serangan terhadap Zubaedah, masyarakat setempat bersikap tegas dengan memulai upaya penangkapan terhadap buaya ganas tersebut. Mereka menggunakan berbagai peralatan seperti parang, alat setrum, tongkat kayu, bambu, dan tombak dalam upaya memburu buaya yang kerap muncul dan sudah beberapa kali menyerang warga setempat.

"Selain menyerang manusia, buaya ganas ini juga diketahui memangsa hewan ternak milik masyarakat yang melintas di tepi rawa," jelas Ismail.

Ismail melaporkan bahwa sudah tiga warga Sausu menjadi korban serangan buaya ini, dengan dua korban lainnya berasal dari desa Sausu Torono dan Sausu Tambu. Mereka diserang buaya saat sedang mencari kerang dan memancing ikan.

Meskipun telah dilakukan upaya pengejaran selama dua hari, Ismail menyatakan bahwa masyarakat belum berhasil menangkap buaya tersebut. Mereka terus melakukan perburuan dengan cara tradisional karena kekhawatiran akan terjadinya korban berikutnya.

"Diharapkan pihak terkait segera memberikan perhatian serius terhadap keberadaan buaya ini, mengingat populasi buaya yang cukup banyak di wilayah ini," ujar Ismail dengan tegas.

Ia menambahkan bahwa jika tidak ada tindakan yang segera diambil, masyarakat akan terus melanjutkan upaya penangkapan, dan buaya tersebut akan dibunuh apabila berhasil ditangkap.

















Editor: Aswadin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini