Pemkab Sigi Bangun Kesiapsiagaan Hadapi Bencana
Sulawesitoday - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), tengah menggencarkan upaya pembangunan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam, sebagai langkah pengurangan risiko bencana.
Menurut Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapatta, dalam sebuah pernyataan di Sigi, Kamis 22 Februari 2024, salah satu langkah penting dalam mitigasi resiko bencana adalah dengan mengurangi potensi dampak bencana.
"Ia menggarisbawahi bahwa masyarakat di Kabupaten Sigi diharapkan untuk memperkuat kapasitas baik warga maupun pemerintah dalam menghadapi tantangan bencana alam yang berpotensi mengancam wilayah di 15 kecamatan," kata Irwan.
Irwan menambahkan bahwa pemahaman masyarakat tentang ketahanan bencana masih belum memadai, dan diperlukan kolaborasi antar berbagai pihak terkait untuk memberikan edukasi tentang bencana serta upaya pencegahannya.
Pemerintah Kabupaten Sigi aktif melibatkan berbagai organisasi masyarakat dan instansi terkait dalam upaya membangun kesiapsiagaan dan memberikan edukasi kepada warga terkait bencana alam.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah menunjukkan bahwa Kabupaten Sigi merupakan salah satu wilayah yang rentan terhadap bencana alam, terutama gempa bumi dan likuefaksi, seperti yang terjadi pada tahun 2018. Banjir dan longsor juga sering terjadi di beberapa wilayah di Sigi, seperti di Kecamatan Dolo Selatan dan Kulawi.
Kerentanan Sigi terhadap bencana alam seperti banjir bandang dan longsor juga dipengaruhi oleh faktor geografis, dengan sebagian besar wilayahnya dikelilingi oleh gunung dan permukiman berada di lembah.
Salah satu langkah yang diambil untuk mitigasi resiko bencana adalah pembentukan desa tangguh bencana di Kabupaten Sigi, terutama di wilayah-wilayah yang rawan terhadap bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
Setiap desa tangguh bencana harus memenuhi persyaratan tertentu, termasuk memiliki alat komunikasi untuk memudahkan koordinasi dan pelaporan mulai dari tingkat desa hingga provinsi.
"Tentunya, harapan kami adalah meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan bencana, sehingga mereka dapat mengambil langkah-langkah mitigasi yang tepat saat bencana terjadi, seperti banjir dan longsor," tutupnya.