• Kamis, 16 Juli 2026

DLH Parigi Moutong: Adipura sebagai Instrumen Penting dalam Tata Kelola Lingkungan

.
Aswadin, Sulawesi Today
- Selasa, 12 Maret 2024 | 06:48 WIB
DLH Parigi Moutong: Adipura sebagai Instrumen Penting dalam Tata Kelola Lingkungan
DLH Parigi Moutong: Adipura sebagai Instrumen Penting dalam Tata Kelola Lingkungan

DLH Parigi Moutong: Adipura sebagai Instrumen Penting dalam Tata Kelola Lingkungan

Sulawesitoday- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menegaskan bahwa penghargaan Adipura merupakan bagian integral dari strategi tata kelola lingkungan perkotaan untuk mengubah kondisi dari tidak bersih menjadi bersih dan sehat.

"Saat Parigi Moutong berhasil meraih penghargaan Adipura, hal ini menandakan betapa pentingnya kolaborasi dalam menjaga kebersihan lingkungan untuk mempertahankan prestasi tersebut," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Parigi Moutong, Siti Maryam Tagunu, di Parigi pada hari Senin.

Beliau menjelaskan bahwa pemerintah setempat telah berupaya maksimal untuk menciptakan tata kelola lingkungan yang baik, dengan fokus utama adalah menjaga lingkungan agar tetap bersih dari sampah.

Namun, hal ini juga membutuhkan kesadaran dan peran aktif dari masyarakat untuk tidak sembarangan membuang sampah.

"DLH tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, partisipasi aktif dari masyarakat, minimal dimulai dari lingkungan sekitar mereka, sangatlah penting," tambahnya.

Disebutkan bahwa metode pengelolaan lingkungan saat ini terus mengalami perkembangan, di mana sampah yang dihasilkan oleh masyarakat tidak selalu harus berakhir di tempat pembuangan akhir.

Sampah dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos khusus dari sisa makanan dan dedaunan, sedangkan sampah plastik dapat dijual ke bank sampah atau di daur ulang menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomis.

"Edukasi semacam ini terus kami lakukan kepada masyarakat agar ke depannya, sampah yang dihasilkan oleh masyarakat dapat diatasi di tingkat rumah tangga," kata Maryam.

Maryam juga menyebutkan bahwa di kawasan perkotaan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melibatkan masyarakat dalam program padat karya untuk membersihkan fasilitas umum.

Selain itu, terdapat petugas kebersihan yang bertugas mengangkut sampah dari tempat pembuangan sementara ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), yang sebelumnya dikenal sebagai tempat pembuangan akhir.

"TPA Parigi Moutong kini telah menggunakan sistem sanitary landfill atau metode pengelolaan dengan cara dipadatkan dan ditimbun di lokasi yang cekung.

Metode ini tidak hanya efektif dalam menghambat timbulnya sampah, tetapi juga tidak mengeluarkan bau yang tidak sedap, serta menjaga lingkungan sekitar TPA dari pencemaran," jelas Maryam.

Editor: Aswadin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini