Kakanwil Kemenkumham Sulteng: Dukungan Inovasi untuk Pemulihan Narapidana di Lapas Kolonodale
Sulawesitoday - Dalam upaya terus meningkatkan fasilitas dan program rehabilitasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah (Kakanwil Kemenkumham Sulteng), Hermansyah Siregar, meresmikan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Lapas Kelas III Kolonodale, Selasa 27 Maret 2024.
Investasi Pemulihan Narapidana
Meresmikannya SAE AMDK ini menandai upaya inovatif bagi pembinaan narapidana di Lapas Kolonodale. Menurut Hermansyah Siregar, inisiatif ini bukan semata-mata untuk keuntungan komersial, melainkan sebagai sarana pembelajaran bagi narapidana, memungkinkan mereka untuk mengembangkan keterampilan yang berguna dalam kehidupan pasca pembebasan.
"SAE AMDK ini merupakan inovasi yang baik dari jajaran petugas Lapas Kolonodale," kata Kakanwil, menekankan pentingnya pengembangan diri bagi narapidana.
Pengenalan Merek Moiko Water
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Kolonodale, Arifin Akhmad, memperkenalkan merek AMDK tersebut kepada Kakanwil.
"Rencananya kami akan menggunakan merek Moiko Water pada SAE AMDK ini, Moiko ini berasal dari bahasa lokal yang artinya bagus jadi secara keseluruhan Moiko Water ini berarti air bagus," ungkap Arifin Akhmad.
Dukungan Legal untuk Pengembangan Merek Lokal
Menyikapi hal tersebut, Hermansyah Siregar langsung mengambil tindakan dengan memerintahkan pendaftaran merek Moiko Water pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.
Langkah ini bertujuan untuk memberikan dukungan legal dan mengakui kontribusi positif dari inisiatif lokal seperti ini.
Kunjungan Detil ke Proses Produksi
Setelah meresmikan, Kakanwil Hermansyah Siregar secara langsung melihat mesin dan alur proses produksi AMDK tersebut.
Kalapas Kolonodale, Arifin Akhmad, menjelaskan secara terperinci tentang setiap peralatan dan mekanisme proses produksi, menunjukkan komitmen dalam menjaga standar kualitas serta keberlanjutan program ini.
Inovasi seperti SAE AMDK ini menandai langkah maju dalam upaya rehabilitasi di Lapas Kolonodale, memberikan harapan baru bagi pemulihan narapidana serta menunjukkan pentingnya kerjasama antara pemerintah dan pihak-pihak terkait dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan dalam sistem pemasyarakatan.