• Kamis, 16 Juli 2026

Program READSI di Parimo Berakhir, Petani Diminta Manfaatkan Sisa Waktu dengan Baik

.
Aswadin, Sulawesi Today
- Kamis, 28 Maret 2024 | 02:02 WIB
Foto: Manager READSI Parimo, Ariesto, dalam penutupan kegiatan pelatihan bisnis lanjutan program READSI di Hotel Oktaria, Rabu 27 Maret 2024. (Aswadin)
Foto: Manager READSI Parimo, Ariesto, dalam penutupan kegiatan pelatihan bisnis lanjutan program READSI di Hotel Oktaria, Rabu 27 Maret 2024. (Aswadin)

Program READSI di Parimo Berakhir


Sulawesitoday - Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling - up Initiative (READSI) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) akan berakhir pada tahun 2024.

Hal ini diungkapkan manager READSI Parimo, Ariesto, dalam penutupan kegiatan pelatihan bisnis lanjutan program READSI di Hotel Oktaria, Rabu 27 Maret 2024.

Kegiatan Pelatihan Berakhir, Fokus pada Kemandirian dan Literasi Keuangan


"Kegiatan ini kita sudah laksanakan dua hari. Jadi ada dua kegiatan yang dilaksanakan, yakni kegiatan bisnis lanjutan, dan literasi keuangan," kata Ariesto.

Ariesto juga menekankan harapannya bahwa kegiatan ini akan memberikan manfaat bagi para peserta pelatihan bisnis lanjutan program READSI, khususnya kelompok tani di daerah tersebut.

"Karena pelatihan bisnis lanjutan ini orientasinya untuk membuat petani menjadi mandiri dalam kelompok," sebutnya.

Persiapan Menghadapi Akhir Program dan Manfaat Bagi Kelompok Tani


Menurut Ariesto, dekatnya akhir program READSI ini juga menjadi kesempatan bagi para kelompok tani untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut dari pemerintah.

"Program READSI kan lima tahun kontraknya di Kabupaten Parigi Moutong, dan program ini akan closing pada bulan September 2024," ungkapnya.

Dengan demikian, ia meminta para kelompok tani untuk memanfaatkan sisa waktu yang ada.

Dampak Program READSI pada Kelompok Tani di Parigi Moutong

Di Parigi Moutong, terdapat 20 Desa yang menjadi binaan READSI dari 13 Kecamatan dan 140 kelompok tani.

Lebih dari 3.400 rumah tangga kelompok tani telah dibina oleh READSI selama lima tahun di Kabupaten Parigi Moutong.

Ariesto berharap program ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kelompok tani, membantu mereka mengintensifkan pola produksi dan mendiversifikasi usaha pertanian.

Fokus pada Sekolah Bisnis Lanjutan dan Peningkatan Manajemen Bisnis Pertanian

Sekolah Bisnis Lanjutan bagi kelompok tani program READSI memberikan kesempatan kepada petani dan operator rantai nilai terdekat untuk membangun hubungan antara produksi pertanian dan pasar.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk melakukan evaluasi program pengembangan bisnis pertanian kelompok tani dengan lebih baik serta meningkatkan manajemen bisnis yang baik di kalangan petani.

Dengan berakhirnya program READSI di Kabupaten Parigi Moutong, diharapkan bahwa kelompok tani akan terus mengembangkan potensi mereka.

Serta mampu memanfaatkan semua bantuan yang telah diberikan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri serta memperkuat sektor pertanian di daerah tersebut.

Editor: Aswadin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini