• Kamis, 16 Juli 2026

Tim Da'i Polri Gelar Binluh Cegah Paham Radikal di SMP Negeri 6 Poso

.
Aswadin, Sulawesi Today
- Rabu, 3 April 2024 | 11:18 WIB
Foto: Tim Da'i Polri Polres Poso menggelar kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan (Binluh) di SMP Negeri 6 Poso, Selasa 2 April 2024. (Aswadin)
Foto: Tim Da'i Polri Polres Poso menggelar kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan (Binluh) di SMP Negeri 6 Poso, Selasa 2 April 2024. (Aswadin)

Tim Da'i Polri Gelar Binluh Cegah Paham Radikal di SMP Negeri 6 Poso

Sulawesitoday - Dalam upaya pencegahan penyebaran pemahaman radikal di kalangan pelajar, Tim Da'i Polri Polres Poso menggelar kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan (Binluh) di SMP Negeri 6 Poso, Selasa 2 April 2024.

Ipda Ilham Sriwan memimpin kegiatan tersebut didampingi oleh dua personel Da'i Kamtibmas Polres Poso. Dalam penyampaian materi, Ilham Sriwan menyoroti bahaya paham radikal, intoleran, dan anti-Pancasila yang dapat merusak generasi muda.

"Paham radikal, intoleran, dan anti-Pancasila dapat merusak generasi muda dan mengancam keutuhan NKRI," ungkap Ilham Sriwan. Ia menjelaskan ciri-ciri orang yang terpapar paham radikalisme, antara lain mudah marah, menyalahkan orang lain, dan tidak toleran terhadap perbedaan.

Ajakan untuk Memperkuat Pemahaman Agama dan Wawasan Kebangsaan

Ilham juga mengajak para pelajar untuk dibentengi dengan pemahaman agama yang benar dan wawasan kebangsaan yang kuat. "Para pelajar harus selalu patuh dan taat kepada orang tua serta mentaati guru agar ilmu yang diberikan menjadi berkah," katanya.

Selain itu, Ipda Ilham mengimbau para pelajar untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoax) yang dapat memecah belah bangsa.

Kasubsatgas Humas Operasi Madago Raya AKP Basirun Laele menambahkan bahwa kegiatan Binluh ini merupakan salah satu upaya Polri dalam mencegah masuknya paham radikalisme di kalangan pelajar.

Respon Positif dari Para Pelajar

Kegiatan Binluh ini disambut baik oleh para pelajar SMP Negeri 6 Poso. Salah seorang pelajar, yang nama minta tidak dicantumkan, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan mereka tentang bahaya paham radikalisme.

"Saya akan selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong," ujarnya.

Editor: Aswadin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini