berita

Populasi Sapu-sapu Meledak di Sungai Jakarta, Ekosistem dan Turap Terancam

Minggu, 19 April 2026 | 18:21 WIB
Warga Jakarta bersihkan ikan sapu-sapu invasif dari sungai demi cegah kerusakan turap dan pulihkan ekosistem perairan. Begini alasan dan faktanya.

Sulawesitoday - Di dasar sungai-sungai Jakarta, ada makhluk yang bekerja senyap. Tanpa suara. Tanpa perlu diperintah. Ikan sapu-sapu — yang selama ini akrab sebagai penghias akuarium ruang tamu — sedang menggali fondasi bantaran ibu kota dari bawah.

Bukan metafora. Bukan lebay. Ini nyata.

Pada Minggu, 19 April 2026, akun Instagram @jakarta.terkini mengunggah rekaman penangkapan massal ikan sapu-sapu di sejumlah aliran sungai Jakarta. Respons publik tak terduga. Dalam hitungan jam, unggahan itu disukai lebih dari 26.600 pengguna. Bukan karena dramatis. Tapi karena mengungkap sesuatu yang selama ini luput dari perhatian.

KEBIASAAN GALI LUBANG YANG MEREMUKKAN TURAP

Masalahnya bukan soal ikan asing yang kebetulan nyasar ke sungai Jakarta. Masalahnya jauh lebih serius dari itu.

Ikan sapu-sapu — nama ilmiahnya dari famili Loricariidae, berasal dari Amerika Selatan — memiliki kebiasaan menggali lubang di dasar dan tepi sungai sebagai sarang berkembang biak. Di akuarium, perilaku itu terlihat imut. Di bantaran sungai kota berpenduduk jutaan jiwa, dampaknya bisa mengerikan.

Setiap lubang yang digali melemahkan struktur tanah di sekitar turap. Akumulasi galian dari ribuan ekor ikan — dalam populasi yang kian tak terkendali — berpotensi memicu kerusakan struktural, bahkan longsor di bantaran sungai.

"Merusak tanggul karena memiliki kebiasaan menggali," demikian bunyi keterangan dalam video yang beredar luas di media sosial.

Temuan warga di lapangan itu bukan sekadar keluhan tanpa dasar. Sejumlah titik bantaran sungai Jakarta memang dilaporkan mengalami kerusakan turap — struktur dinding penahan tanah yang vital untuk mencegah erosi dan banjir. Dan ikan sapu-sapu disebut-sebut menjadi salah satu penyebabnya.

EKOSISTEM PERAIRAN YANG MAKIN TERTEKAN

Ancaman ikan invasif ini tidak berhenti di infrastruktur fisik saja.

Populasi sapu-sapu yang tumbuh tanpa rem turut menggerus keseimbangan ekosistem perairan Jakarta. Ikan-ikan lokal kalah bersaing. Ruang hidup menyempit. Sumber pakan berebut. Pelan-pelan, keanekaragaman hayati sungai Jakarta memudar.

"Ini ikan invasif yang bisa merusak sungai dan danau. Dengan tubuh keras dan daya tahan tinggi, ikan ini merusak habitat ikan lokal," ungkap salah satu pengunggah video.

Daya tahan ikan sapu-sapu memang di luar dugaan. Mereka mampu bertahan hidup di air kotor beroksigen rendah — kondisi yang justru menjadi ciri khas sungai-sungai di kota besar. Artinya, selama sungai Jakarta belum benar-benar bersih, sapu-sapu akan terus berkembang biak dengan leluasa.

Halaman:

Tags

Terkini