Sulawesitoday - Koperasi Desa Merah Putih kini terancam kehilangan jati diri sebagai penggerak ekonomi warga.
"Kalau produk yang dipasarkan sama saja dengan apa yang ada di toko ritel besar, lalu apa nilai pembeda Koperasi Desa Merah Putih ini dengan minimarket modern?" ujar Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo, Kamis 11 Juni 2026.
Kritik tajam ini meluncur langsung dalam rapat kerja bersama Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah pada Kamis, sebelas Juni dua ribu dua puluh enam.
Baca Juga: Protes Makan Siang Gratis di Unhas Berbuntut Isu Drop Out Mahasiswa Teknik
Politisi Fraksi NasDem ini melihat program baru ini terlalu sibuk menjual barang pabrikan skala besar.
Kondisi ini dikhawatirkan bakal mengikis esensi dasar koperasi unit desa.
Lembaga ekonomi ini harusnya menjadi wadah mandiri bagi perputaran uang masyarakat setempat.
Jika wadah ini hanya menjadi kaki tangan korporasi, fungsi utamanya dipastikan runtuh.
Pemerintah sudah sepatutnya mengembalikan marwah lembaga ini sejak dari dalam pikiran.
"Koperasi di tingkat desa seharusnya memiliki ruh untuk memberdayakan masyarakat setempat," kata legislator asal daerah pemilihan Jawa Tengah ini.
Baca Juga: Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini Tuntut Turunkan Harga BBM
Ruang kreatif warga wajib mendapat porsi paling besar dalam etalase jaringan toko desa.
Produk kerajinan, hasil tani, dan olahan makanan lokal harus menjadi raja di rumah sendiri.
Fokus pada potensi lokal ini dipercaya bakal mendongkrak kesejahteraan masyarakat bawah secara nyata.