berita

Nelayan Morowali Menjerit Jatah Solar Subsidi di SPBU Emea Dipangkas, Ini Modusnya

Minggu, 14 Juni 2026 | 14:42 WIB
Nelayan Morowali menjerit akibat jatah solar subsidi di SPBU Emea dipangkas. Diduga ada kongkalikong langsiran malam untuk mafia tambang.

@sulawesitodaycom

Warga antre sampai kering, alat berat tambang malah kenyang solar. Padahal jelas, solar subsidi itu hak rakyat kecil. Bukan modal murah buat bos tambang. Tapi kenyataannya di Morowali? Terbalik. Warga pulang tangan kosong. Sementara di jam-jam tertentu, jeriken jumbo dan mobil modifikasi bebas bolak-balik ngisi. Jeriken-jeriken inilah yang diduga jadi "napas" buat mesin-mesin pengeruk tanah di sana. Pihak SPBU bilang: "Itu di luar area kami, kami tidak tahu." Pengusaha tambang bilang: "Solar industri kemahalan, gak masuk hitungan bisnis." Alasan klasik. Mau untung gede, tapi pakai hak orang susah. Untungnya, Pertamina gak tinggal diam. SPBU nakal begini biasanya langsung kena "kartu merah"—mulai dari distop pasokannya sampai ditutup selamanya. Kita lihat saja, berani tegas tidak? Bagaimana di daerahmu? Apakah solar subsidi juga sering "salah alamat"? Tulis di kolom komentar, kita kawal bareng! #Morowali #SolarSubsidi #InfoTerkini #KeadilanSosial #Pertamina

♬ suara asli - Menurut Sulawesitoday - Menurut Sulawesitoday

Sulawesitoday - Nelayan tradisional di Kabupaten Morowali kini menjerit lantaran sulit mendapatkan solar bersubsidi di SPBU Emea akibat dugaan kongkalikong permainan pengawas baru.

"Petugas SPBU main cantik sejak ganti pengawas baru dan kami para nelayan dipersulit," kata seorang nelayan lokal yang meminta namanya dirahasiakan karena takut mendapat intimidasi, Sabtu, 13 Juni 2026.

Praktik culas ini membuat para pencari nafkah di laut itu terpaksa gigit jari.

Baca Juga: Disinyalir Solar Subsidi Dikuras Truk Tambang Galian C di Emea Morowali, Warga Gigit Jari Kehabisan BBM

Padahal surat rekomendasi dinas milik nelayan mencantumkan kuota resmi hingga tiga puluh jeriken untuk melaut.

Sayangnya pihak operator SPBU hanya bersedia memberikan jatah maksimal sepuluh jeriken saja.

Sisa solar subsidi yang menjadi hak warga miskin sengaja ditahan oleh pihak manajemen pangkalan pengisian.

Modus pengisian BBM ilegal ini ternyata kerap berlangsung pada malam hari secara sembunyi.

Aktivitas kuras solar biasanya ramai pada Senin malam dan Selasa malam sekitar pukul sepuluh.

Beberapa armada truk pengangkut material galian C milik pengusaha lokal tampak mengular menguras bahan bakar.

Baca Juga: Diduga Jual Solar Subsidi ke Tambang Galian C, Pertamina Diminta Tutup SPBU Emea Morowali

Truk milik CV Cahaya Alam Makmur diduga ikut menikmati pasokan solar murah tersebut secara masif.

Pemilik usaha galian C bernama Alam justru berdalih membeli solar dari pedagang eceran di luar pangkalan resmi.

Halaman:

Tags

Terkini