Sulawesitoday - Jagat media sosial Threads baru-baru ini diguncang kepanikan massal yang menjalar hingga ke wilayah Jawa Timur. Akun @hsuliz2021 mengunggah narasi liar bahwa gempa darat Magnitudo 6,7 di Palu pertengahan Juni 2026 ini bisa memicu aktivitas Sesar Kendeng di Bojonegoro.
Informasi sains semu tersebut langsung ditelan mentah-mentah oleh ribuan warganet. Padahal, BMKG dan para pakar geologi telah menegaskan bahwa gempa Palu yang dipicu Sesar Sausu sama sekali tidak memiliki keterkaitan langsung dengan sistem patahan di Pulau Jawa.
Mengapa hoaks bencana seperti ini begitu mudah memantik kepanikan publik? Jawabannya terletak pada kondisi psikologis kita yang kerap terjebak dalam aktivitas doomscrolling. Doomscrolling adalah kebiasaan bawah sadar seseorang yang terus-menerus mencari dan membaca berita buruk di internet tanpa henti.
Kebiasaan digital yang tidak sehat ini diperparah oleh trauma kolektif masa lalu. Masyarakat Indonesia secara psikologis masih menyimpan memori kelam dari rentetan bencana besar terdahulu, sehingga alam bawah sadar kita selalu berada dalam mode siaga penuh.
Baca Juga: Gempa M6,7 Sulteng Picu Teka-Teki Seismik, Sesar Sausu atau Palolo yang Pecah?
Ketakutan terdalam itu kemudian dimanfaatkan secara cerdik oleh algoritma media sosial. Unggahan yang mengeksploitasi rasa takut akan disebarkan lebih luas oleh sistem demi mengejar interaksi digital yang tinggi.
Akibatnya, data ilmiah BMKG kerap kalah cepat dibanding penyebaran rasa takut. Istilah berat seperti "skenario permodelan terburuk Magnitudo 7" dari peta PuSGeN disalahartikan oleh publik sebagai ramalan bencana yang akan terjadi besok pagi.
Sengkarut literasi bencana digital ini tidak bisa dibiarkan terus berlanjut. Kita perlu belajar menyaring informasi dengan kepala dingin agar tidak menjadi korban manipulasi informasi di linimasa.
Langkah terbaik adalah kembali memegang kendali atas jempol kita sendiri. Berhentilah membagikan konten spekulatif dari akun tidak jelas, lalu mulailah memvalidasi setiap data melalui aplikasi resmi seperti @infoBMKG.