Pawai Ogoh-ogoh di Parigi Moutong Simbolisasi Pemusnahan Energi Negatif
Parigi Moutong, 11 Maret 2024 - Ribuan umat Hindu di Parigi Moutong meriahkan Hari Raya Nyepi Saka 1946 dengan mengarak 22 ogoh-ogoh sebagai simbol pemusnahan energi negatif.
Pawai ogoh-ogoh tersebut menjadi perayaan yang mengundang perhatian masyarakat luas, mencerminkan semangat kesatuan dalam menjalankan ritual keagamaan.
Lebih Banyak Ogoh-ogoh dari Tahun Sebelumnya
Menurut Sekretaris Pengempon Pura Agung Purnasadha Tolai, I Nyoman Sudimantra, jumlah ogoh-ogoh yang ikut dalam parade kali ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kalau di Pura Purnasadha ini ada 18 ogoh-ogoh, ditambah lagi 4 ogoh-ogoh dari Pura lain. Jadi totalnya 22," kata Sudimantra.
Hal ini menunjukkan semangat umat Hindu dalam memperkuat tradisi keagamaan yang telah berlangsung sejak lama.
Arakan Ogoh-ogoh Simbol Pemusnahan Energi Negatif
Pawai ogoh-ogoh dilakukan sebagai bagian dari rangkaian perayaan Nyepi. Ogoh-ogoh, yang disimbolkan sebagai energi negatif, diarak oleh warga perlahan-lahan menyusuri ruas jalan menuju Mrajapati Purnasadha desa Tolai untuk dibakar dan dimusnahkan.
"Pada puncak arak-arakan, patung ogoh-ogoh ini dibakar sebagai simbol memusnahkan energi negatif yang ada di alam semesta," ungkap Sudimantra.
Tindakan ini merupakan harapan umat Hindu untuk menetralisir sifat-sifat negatif dan memungkinkan mereka untuk fokus dalam beribadah saat Nyepi.
Harapan Untuk Silaturahmi dan Event Budaya di Parigi Moutong
Sudimantra juga berharap bahwa pawai ogoh-ogoh ini dapat menjadi ajang silaturahmi antar umat beragama dan menjadi event budaya tahunan di daerah tersebut.
"Kami berharap agar terus terjalin silaturahmi antar umat beragama, serta bisa menjadi event budaya setiap tahun di daerah ini," ujarnya.
Pawai ogoh-ogoh ini tidak hanya menjadi momen keagamaan bagi umat Hindu, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat luas untuk merayakan keragaman budaya yang ada.