Kemenkumham Sulteng Berharap 3 Satker Raih Predikat WBK 2024
Sulawesitoday - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tengah (Sulteng) optimis 3 Satuan Kerja (Satker) di bawah naungannya dapat meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2024.
Hal ini ditunjukkan dengan lolosnya ketiga Satker tersebut ke tahap penilaian panel tim penilaian internal (TPI) WBK/WBBM.
Ketiga Satker tersebut yaitu:
- Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Donggala
- Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Banggai
- Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Palu
"Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh jajaran Satker dalam membangun budaya integritas dan anti korupsi," ujar Kepala Divisi Administrasi Kemenkumham Sulteng, Raymond JH. Takasenseran, saat serah terima berita acara rekapitulasi penilaian desk evaluasi TPI, Jumat 17 Mei 2024.
Menurut Takasenseran, lolosnya ketiga Satker ini menunjukkan tekad kuat Kemenkumham Sulteng untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang bersih dan bebas dari korupsi.
"Ada 3 Satker kita yang diusulkan ke tahap panel TPI WBK, tentunya kita berharap ketiganya dapat makin dekat dengan predikat WBK 2024," harapnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng, Hermansyah Siregar, mengatakan bahwa desk evaluasi TPI merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan WBK/WBBM. Pada tahap ini, TPI akan melakukan penilaian mendalam terhadap berbagai aspek yang terkait dengan pembangunan Zona Integritas (ZI) di Satker.
"Ada beberapa yang dinilai, Satker kita juga memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk menyukseskan pembangunan zona integritas kita semua, tentunya ini semua adalah untuk mengukur bagaimana sih layanan kita kepada masyarakat," terang Hermansyah.
Hermansyah pun berharap dengan capaian membanggakan ini, 3 Satker Kemenkumham Sulteng dapat meraih predikat WBK Tahun 2024. Hal ini tentunya akan menjadi motivasi bagi Satker lainnya untuk terus meningkatkan komitmen dan semangat dalam membangun ZI.
"Hal ini diharapkan dapat mewujudkan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan akuntabel, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung. Kita semua optimis dan yakin bisa menggapainya," pungkasnya.