edukasi-kamu

Panduan Lengkap Puasa 1 Muharram 1447 H untuk Warga Sulawesi Tengah: Niat, Tata Cara, dan Doa Berbuka

Jumat, 27 Juni 2025 | 15:29 WIB
Dapatkan panduan lengkap tata cara melaksanakan puasa sunnah 1 Muharram untuk menyambut Tahun Baru Islam 1447 H di Sulawesi Tengah. ini bacaan niat puasa dalam tulisan Arab, Latin, beserta artinya.

Sulawesitoday - Gema takbir Idul Adha belum lama berlalu, kini umat Islam di seantero Sulawesi Tengah bersiap menyambut babak baru. Tahun Baru Islam 1447 Hijriah. Sebuah pergantian waktu yang bukan sekadar membalik kalender. Ini soal resolusi. Soal memulai lagi dari nol.

Salah satu tradisi yang paling lekat dengan pergantian tahun ini adalah puasa sunnah di bulan Muharram. Bulan yang disebut Rasulullah SAW sebagai syahrullah, bulannya Allah. Sebuah gelar yang tak main-main. Bahkan, terdapat pula beberapa hukum dan amalan warga Sulawesi Tengah terkait puasa ini yang memiliki keunikan tersendiri.

"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram," begitu sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Jelas. Tegas. Puasa ini bukan amalan kelas dua.

Tapi, seperti biasa, persoalannya ada pada detail. Terutama bagi warga di Palu, Donggala, hingga pelosok Poso yang ingin menyempurnakan ibadahnya. Bagaimana niatnya? Apa saja aturannya?

Niat: Kunci Pembuka Gudang Pahala

Semua amal, kata hadis lain, tergantung niatnya. Tanpa niat, puasa hanya menjadi ajang menahan lapar dan dahaga. Sia-sia. Niat ini, sejatinya, adalah komitmen yang dibuat dalam senyap, antara seorang hamba dengan Tuhannya.

Bagi yang hendak berpuasa pada 1 Muharram, yang jatuh pada hari Jumat, 27 Juni 2025, niatnya bisa dilafalkan sejak malam hari hingga sebelum fajar menyingsing.

Berikut lafalnya: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ مُحَرَّمِ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i sunnati Muharram lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Aku niat berpuasa esok hari untuk melaksanakan sunnah Muharram karena Allah Ta'ala."

Sederhana? Memang. Tapi di balik lafal itu ada tekad. Sebuah janji kecil yang dibuat di kegelapan malam. Menariknya, para ulama memberikan sedikit kelonggaran untuk puasa sunnah. Jika terlupa niat di malam hari, Anda masih bisa berniat di siang hari, asalkan belum makan, minum, atau melakukan hal lain yang membatalkan puasa sejak Subuh. Sebuah kemudahan. Tapi, bukankah persiapan di malam hari menunjukkan kesungguhan yang lebih? Pikirkan itu.

Tata Cara: Lebih dari Sekadar Diet Sehari

Setelah niat terpatri di hati, pelaksanaannya relatif sama dengan puasa Ramadan.

Sahur: Dianjurkan untuk makan sahur sebelum imsak. Bukan hanya untuk energi, tapi ada keberkahan di dalamnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Pusako Randah, Warisan Jerih Payah dan Dinamika Zaman

Kamis, 16 Oktober 2025 | 19:56 WIB

Shalat: Jalan Mikraj dan Keutamaan yang Tak Terhingga

Selasa, 28 Januari 2025 | 21:00 WIB

Dialog Langit: Ketika Para Nabi Berbeda Cara Pandang

Senin, 27 Januari 2025 | 20:37 WIB