• Senin, 20 Juli 2026

Panduan Lengkap Puasa 1 Muharram 1447 H untuk Warga Sulawesi Tengah: Niat, Tata Cara, dan Doa Berbuka

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Jumat, 27 Juni 2025 | 15:29 WIB
Dapatkan panduan lengkap tata cara melaksanakan puasa sunnah 1 Muharram untuk menyambut Tahun Baru Islam 1447 H di Sulawesi Tengah. ini bacaan niat puasa dalam tulisan Arab, Latin, beserta artinya.
Dapatkan panduan lengkap tata cara melaksanakan puasa sunnah 1 Muharram untuk menyambut Tahun Baru Islam 1447 H di Sulawesi Tengah. ini bacaan niat puasa dalam tulisan Arab, Latin, beserta artinya.

Menahan Diri: Sejak fajar terbit hingga matahari terbenam, tahanlah diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri. Tapi bukan cuma itu. Jaga lisan dari gibah, jaga mata dari pandangan liar, dan jaga hati dari dengki. Inilah esensi puasa yang sesungguhnya.

Segera Berbuka: Ketika azan Magrib berkumandang, itulah tanda kemenangan. Segerakan berbuka. Jangan ditunda-tunda.

Doa Berbuka: Puncak Rasa Syukur

Saat seteguk air membasahi kerongkongan yang kering, itulah momen paling nikmat. Momen di mana doa-doa diyakini mustajab. Ada beberapa versi doa yang diajarkan, salah satu yang paling masyhur adalah:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Dzahabazh zhama'u wabtallatil 'uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah.

Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah, serta pahala telah ditetapkan, insya Allah."

Doa ini bukan sekadar ucapan terima kasih. Ini adalah deklarasi bahwa lelah dan dahaga seharian telah terbayar lunas. Lunas dengan pahala yang dijanjikan.

Baca Juga: Puasa 1 Muharram, Begini Hukum dan Amalan Warga Sulawesi Tengah yang Jarang Diketahui

Memasuki tahun 1447 Hijriah, puasa 1 Muharram menjadi gerbang pembuka. Sebuah kesempatan bagi masyarakat Sulawesi Tengah, dari kota hingga desa, untuk menekan tombol reset.

Membersihkan diri, menata kembali niat, dan melangkah ke tahun yang baru dengan jiwa yang lebih ringan. Ini bukan sekadar ritual tahunan. Ini adalah investasi spiritual. Dan labanya? Hanya Allah yang tahu.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pusako Randah, Warisan Jerih Payah dan Dinamika Zaman

Kamis, 16 Oktober 2025 | 19:56 WIB

Shalat: Jalan Mikraj dan Keutamaan yang Tak Terhingga

Selasa, 28 Januari 2025 | 21:00 WIB

Dialog Langit: Ketika Para Nabi Berbeda Cara Pandang

Senin, 27 Januari 2025 | 20:37 WIB