Menahan Diri: Sejak fajar terbit hingga matahari terbenam, tahanlah diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri. Tapi bukan cuma itu. Jaga lisan dari gibah, jaga mata dari pandangan liar, dan jaga hati dari dengki. Inilah esensi puasa yang sesungguhnya.
Segera Berbuka: Ketika azan Magrib berkumandang, itulah tanda kemenangan. Segerakan berbuka. Jangan ditunda-tunda.
Doa Berbuka: Puncak Rasa Syukur
Saat seteguk air membasahi kerongkongan yang kering, itulah momen paling nikmat. Momen di mana doa-doa diyakini mustajab. Ada beberapa versi doa yang diajarkan, salah satu yang paling masyhur adalah:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Dzahabazh zhama'u wabtallatil 'uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah.
Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah, serta pahala telah ditetapkan, insya Allah."
Doa ini bukan sekadar ucapan terima kasih. Ini adalah deklarasi bahwa lelah dan dahaga seharian telah terbayar lunas. Lunas dengan pahala yang dijanjikan.
Baca Juga: Puasa 1 Muharram, Begini Hukum dan Amalan Warga Sulawesi Tengah yang Jarang Diketahui
Memasuki tahun 1447 Hijriah, puasa 1 Muharram menjadi gerbang pembuka. Sebuah kesempatan bagi masyarakat Sulawesi Tengah, dari kota hingga desa, untuk menekan tombol reset.
Membersihkan diri, menata kembali niat, dan melangkah ke tahun yang baru dengan jiwa yang lebih ringan. Ini bukan sekadar ritual tahunan. Ini adalah investasi spiritual. Dan labanya? Hanya Allah yang tahu.
Artikel Terkait
Trump Minta Israel Ampuni Netanyahu Soal Kasus Korupsi, Dalih Pahlawan Besar
Bukan Sekali Dua Kali Jalan Trans Penghubung Parigi-Poso di Suli Kembali Putus, Ini Kata Warga
DPR Jamin WNI di Zona Konflik Israel-Iran Tak Sendiri, Hotline Komunikasi Siap Menjembatani
Kejati Sulteng Obrak-abrik PUPR Parimo, Sinyal Tersangka Proyek Jalan Kian Dekat
Puasa 1 Muharram, Begini Hukum dan Amalan Warga Sulawesi Tengah yang Jarang Diketahui