Sulawesitoday - Jalur penghubung vital Trans Sulawesi antara Parigi dan Poso, tepatnya di Desa Suli, Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong, kembali terputus.
Insiden yang melumpuhkan arteri utama ini terjadi pada Kamis, 26 Juni 2025, sekitar pukul 15.00 Wita, saat jembatan desa itu tak sanggup lagi menahan derasnya aliran air.
Ini bukan kali pertama ‘urat nadi’ transportasi Sulawesi Tengah ini terputus, memantik kembali sorotan tajam akan ketahanan infrastruktur di wilayah tersebut.
Warga dan pengendara harus memutar haluan karena putusnya akses di titik krusial tersebut.
Untuk sementara waktu, arus lalu lintas dialihkan melalui jalur alternatif. Pengalihan ini, tentu saja, menimbulkan kerumitan tersendiri.
Kabar putusnya jembatan ini dengan cepat merespon berbagai tanggapan di dunia maya, khususnya dari para netizen.
Baca Juga: Jembatan Putus di Desa Suli Parigi Moutong, Warga Dialihkan ke Jalur Alternatif
Akun @putu meranto, misalnya, menyuarakan harapannya agar ada petugas di "plosok-plosok" untuk mengatur arah jalan, mengingat banyak mobil yang sempat nyasar. "Mat sore pak..maaf sebelumx..tolong ada petugas di plosok plosok..yg mengatur arah jalan menuju palu dan sebalikx..karna tadi banyak mobil yg nyasar.mks," tulisnya.
Senada, @edison bentio berkomentar, "Langganan banjir smpe di balinggi bgian bawah itu," menyiratkan bahwa insiden semacam ini sudah menjadi pemandangan akrab bagi warga setempat.
Putusnya akses jalan ini juga menjadi buah bibir dan sekaligus ‘PR’ besar bagi pemimpin daerah.
Komentar dari @Deni Arsal menggambarkan situasi ini sebagai "Tantangan baru buat Bupati dan wakil Bupati yang baru," sebuah sindiran halus yang menukik tajam pada janji-janji pembangunan.
Faktanya, jalur ini sempat putus belum lama ini dan bahkan telah mendapat atensi serius dari Pemerintah Daerah Parimo serta pihak Balai Jalan Sulawesi Tengah. Berbagai penanganan dan perbaikan pun sempat dilakukan, bak tambalan pada baju usang.
Namun, apa daya, jalur Trans Sulawesi penghubung Parigi-Poso di Desa Suli itu tetap saja jebol kembali.
Sebuah kondisi yang ironis, seolah alam sedang menguji kesabaran dan kapabilitas kita dalam menanggulangi persoalan infrastruktur yang tak pernah usai.
Artikel Terkait
Jaksa Resmi Banding Vonis 16 Tahun Skandal Suap Eks Pejabat Mahkamah Agung Zarof Ricar, Tuntut 20 Tahun
Proyek Mangkrak RSUD di Parigi Moutong Jadi Sorotan Pansus, Desak Audit Khusus BPK
PPPK Parigi Moutong, Dari Kontrak Setahun Kini Lima Tahun, Wajib Siapkan Dokumen Ini Sebelum 30 Juni 2025
Seluruh Korban Longsor Tirtanagaya Bolano Lambunu Ditemukan, Operasi SAR Resmi Berakhir
Trump Minta Israel Ampuni Netanyahu Soal Kasus Korupsi, Dalih Pahlawan Besar