edukasi-kamu

Kasus Keracunan Makan Gratis Terus Terjadi, Saatnya Dapur Besar Dipecah dan Ekonomi Rakyat Dihidupkan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:29 WIB
Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis terus berulang. Solusinya: pecah dapur besar 3.000 porsi jadi dapur kecil 500 porsi agar aman dan libatkan UMKM.

Jika ada satu dapur bermasalah, korbannya tidak akan sampai ribuan anak.

Tentu dapur kecil bukan berarti boleh jorok. Kebersihan dan standar keamanannya harus tetap ketat. Yang diperkecil itu kapasitas masak fisiknya, bukan standar kebersihannya.

Jangan Sampai Program Ini Cuma Dinikmati Orang BerModal Besar

Ada hal penting lain yang perlu diperhatikan: siapa yang sebenarnya menikmati uang dari proyek MBG ini?

Untuk membuat dapur berkapasitas ribuan porsi, butuh modal yang sangat besar untuk sewa tempat, beli alat masak modern, menyediakan mobil pengantar, dan bayar banyak pegawai. Otomatis, cuma pengusaha kaya yang sanggup membukanya. Usaha katering kecil, warung makan, kantin sekolah, dan koperasi warga akhirnya cuma bisa jadi penonton.

Padahal, program ini menggunakan uang rakyat dalam jumlah raksasa. Sangat disayangkan kalau keuntungan utamanya justru kembali ke orang-orang yang dari awal sudah kaya.

UMKM Jangan Cuma Jadi Pemasok Bahan

Memang betul, petani dan peternak lokal bisa ikut jualan sayur atau telur ke dapur MBG. Itu hal yang baik, tapi belum cukup.

Masyarakat jangan cuma dijadikan penjual bahan baku, tetapi juga diberi kesempatan untuk mengelola bisnisnya. Jika dapur 3.000 porsi dipecah menjadi 6 dapur kecil berkapasitas 500 porsi, pengusahanya bisa lebih bervariasi. Usaha katering lokal, kantin sekolah, BUMDes, hingga pengusaha muda di daerah bisa ikut membuka dapur. Jadi, bukan cuma makanannya yang dibagi, rezekinya juga ikut terbagi.

Pimpinan Baru, Saatnya Ubah Cara Pandang

Pergantian pimpinan di BGN harus jadi momen untuk merombak sistem ini secara menyeluruh. Jangan cuma sibuk menutupi dapur bermasalah atau menambah tumpukan aturan baru.

Kalau kasus keracunan terus berulang, kecilkan kapasitas masak dapurnya.

Kalau pengusaha kecil susah ikut, turunkan syarat modalnya.

Kalau keuntungan cuma berputar di orang kaya, bagikan kesempatan usahanya ke warga daerah.

Masa depan program MBG seharusnya tidak didominasi oleh dapur-dapur raksasa. Lebih baik ada banyak dapur kecil yang tersebar di dekat sekolah, dikelola oleh warga lokal, diawasi dengan standar kebersihan yang ketat, dan memakai bahan baku dari daerah sekitar.

Halaman:

Tags

Terkini

Pusako Randah, Warisan Jerih Payah dan Dinamika Zaman

Kamis, 16 Oktober 2025 | 19:56 WIB

Shalat: Jalan Mikraj dan Keutamaan yang Tak Terhingga

Selasa, 28 Januari 2025 | 21:00 WIB